Bagaimana ketika hati bertaut pada hati yang salah, mencintai dia yang tak mungkin untuk dicintai
"Bohong! Kakak sebenarnya tidak pernah bahagia dengan pernikahan ini, semua ini paksaan kak, kita tidak bisa hidup seperti ini." Delima menghela nafasnya sebentar "kita harus bercerai"
"Astagfirullahalazim kau sadar apa yang kau ucap?" Tanya Farzan
Delima mengangguk, air mata sudah membasahi wajahnya "aku sadar, aku sadar kalau aku kehilangan tiga laki-laki dalam hidup ku dalam sehari. Aku amat sadar itu"
"Delima.."
"Kakak gak tau kan? Betapa sakitnya hati aku kehilangan mereka semua? Pertama Aku kehilangan Ayah, cinta pertama anak perempuannya. kedua, aku kehilangan calon suami aku, orang yang memberikan seluruh janji kebahagiaan pernikahan. Ketiga, aku kehilangan kakak laki-laki ku, yang selalu menjaga dan melindungi ku memastikan aku tidak pernah terluka" air mata Delima terus berderai ia terduduk dilantai "tapi dia sudah pergi, dia pergi, membuat luka ku semakin terbuka lebar dan tidak bisa diobati."
All Rights Reserved