
denganmu aku bahagia, denganmu juga aku merasakan luka
-TERAKHIR-
"KAMU BUKAN ANAK KANDUNG SAYA!"
"KAMU ITU ANAK PUNGUT!! GAK PANTES HIDUP, YANG KERJAANNYA CUMA JADI BEBAN!"
"GAK SEHARUSNYA WAKTU ITU SAYA MUNGUT KAMU! CAMKAN ITU SKALA, KAMU BUKAN ANAK KITA!" Ucap seorang pria berumur 40an, dengan rotan di tangannya.
Skala menangis, meratapi nasib yang kian menimpanya. Dia baru saja diputusi oleh kekasihnya, dan sekarang? Ia harus menerima kenyataan bahwa dia bukan anak kandung dari keluarga kaya itu. Lantas di mana orang tua nya?
Ia pergi ke kamar nya, menangis, meraung, dan berdiri menghadap kaca. Melihat nanar tubuhnya yang dipenuhi luka lebam dan darah yang mengalir di pelipisnya. Mengambil gunting, dan menancapkannya tepat di ulu hati. Dengan gerak lemah, ia berusaha mengambil pulpen dan secarik kertas. Menulis pesan terakhirnya
"Mah, Pah. Kalian sebenarnya dimana? Aku ini anak siapa? Skala gak kuat lagi, gak ada yang berdiri di samping Skala. Terakhir yang ingin Skala sampaikan, terimakasih dunia. Kamu sudah banyak membantu di kehidupan naas ku"
Ini kisah Skala, dari Pertama hingga Terakhir. Dari pertemuan hingga kematian. Dari kebahagiaan hingga terluka.
hai, jika ingin membaca jangan lupa untuk follow yaa. Karena aku membutuhkan feedback dari kalian.
note!
- blending (baku, non baku)
- kata kasar / umpatan
- typoAll Rights Reserved1 part