Cakrawala

Cakrawala

  • WpView
    Reads 3,173
  • WpVote
    Votes 241
  • WpPart
    Parts 31
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Jun 1, 2023
WpInfo
Fiction
Romance
Ingin selamanya ia berada di situasi sekarang. Memandangi Jennie dalam waktu lama tanpa harus sang empu terbangun dari tidurnya. "Selamat ulang tahun mama." "Benar ya kata orang, cinta itu buta. Ia tidak bisa membedakan mana orang baik dan mana orang jahat. Ia hanya bisa mengetahui semakin dalam Cakra membenci, maka semakin dalam juga Cakra mencintai." Tatapan Cakra berubah nanar. Seketika hatinya sakit, bagaikan ditikam banyak bilah pisau didalamnya. "Ma, Cakra mau nanya." Hening, tak ada jawaban yang terlontar. "Jika seorang ibu adalah cinta pertama anak laki lakinya, mengapa engkau adalah luka pertama yang ku punya?" "Bukankah hakikat cinta itu indah? Mengapa cinta yang kurasakan ini berbeda?" "Jika seorang ayah adalah tameng anak laki lakinya, mengapa ia menjadi yang pertama membuat bahkan membiarkan ku terluka." lanjutnya. "Bukankah hakikat tameng melindungi, tetapi mengapa ia mengingkari apa yang harusnya ia jaga?" "Ia biarkan aku terjerembab diantara ribuan pasir kasar dimedan peperangan."
All Rights Reserved
#254
daniel
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Sejenak Luka
  • YEON ^26^
  • Rumah Tanpa Pintu [ON GOING]
  • DENNIES
  • ALDIR (SEGERA TERBIT)
  • Laskar Pemimpi || NCT Dream (on going)
  • Cakra's Last Embrace. | End |
  •  𝟕 𝐑𝐚𝐠𝐚 𝟏 𝐑𝐚𝐬𝐚 || 𝐄𝐍𝐇𝐘𝐏𝐄𝐍 [𝐎𝐧𝐠𝐨𝐢𝐧𝐠]
  • Look at Me, MAMA! ✔
  • AFKARA [END]

"Jean, Nara pinjam uang boleh? Uang jajan Nara dipotong ayah karena nilai ulangan fisika Nara turun jadi 85." "Jean, Nara boleh nebeng pulang di motor Jean, nggak? Bentar lagi ujan, Nara gak punya uang naik angkot." "Jean, boleh pinjam baju olahraga? Punya Nara disobekin sama temen-temen Nara." "Jean, kata temen Nara, Nara gak pantas jadi kakak Jean. Itu benar, ya?" "Kenapa Jean dan Arkan selalu jahat ke Nara?" *** Naraka tidak pernah mengeluh, kendati sakitnya sejak kecil tak pernah luruh. Naraka tidak iri pada saudaranya, kendati takdir begitu keji untuknya. Naraka menyayangi ayahnya, Arkan, dan Jean. Mirisnya, semuanya tidak pernah menginginkan entitas Naraka di hidup mereka. Karena Naraka cacat. Penuh cela. Naraka dibenci. Naraka disiksa. Naraka ditinggal. Naraka tidak memiliki alasan lagi untuk bertahan dengan luka. Temukan kisah perjalanan hidup Naraka bersama orang-orang tersayangnya di semesta. Membawa sejenak luka lalu pergi menghampirkan duka.

More details
WpActionLinkContent Guidelines