TO BE LOVING YOU

TO BE LOVING YOU

  • WpView
    Reads 13
  • WpVote
    Votes 2
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Nov 2, 2021
WpInfo
Fiction
Romance
Percaya tidak bahwa sebenarnya kita itu-sudah dua kali lahir didunia bahkan, lebih dari 2 kali. Karena, katanya kalau kita di kehidupan sebelumnya telah tiada maka-kita akan kembali lahir di kehidupan selanjutnya, bisakah hal itu dipercaya? Apakah itu hanya semua mitos yang terkenal dikalangan banyak orang? Bagaimana jika itu ada dan nyata? Bagaimana jika kita ternyata sudah memiliki anak, cucu, buyut hanya saja kita lupa? Lupa kehidupan kita yang sebelumnya dan memulai kehidupan baru di kehidupan selanjutnya. penasaran? atau tidak? saya hanya ingin kalian tau bahwa semua isinya ini nantinya adalah FIKSI bukan kenyataan di kehidupan nyata. Karya sijeuni
All Rights Reserved
#6
exproject
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • "Biarlah: Sebuah Kisah Tentang Sunyi dan Luka"
  • Tokoh Figuran
  • Living Legend : What Next Naren???  ✔️
  • Big Secret (Revisi)
  • Serasah; Chanmin [ON GOING]
  • Your Crown is Mine
  • Mitologi ✔
  • Rejjan - ZIO's PAPA!
  • GRIZLEN {On Going}

Hidup adalah panggung, dan setiap orang mengenakan topeng. Beberapa topeng begitu sempurna hingga bahkan pemakainya lupa wajah aslinya. Tawa bisa menjadi tirai, senyum bisa menjadi ilusi, dan kata-kata "Aku baik-baik saja" bisa menjadi kebohongan yang paling menyakitkan. Ini adalah kisah tentang seseorang yang menjalani hari-hari seperti biasa, seperti semua orang lainnya. Ia tertawa bersama teman-temannya, membantu keluarganya, mengisi waktunya dengan hobi, dan menjalani hidup seperti yang seharusnya. Tapi di balik semua itu, ada kehampaan yang tak terjelaskan, ada luka yang tak terlihat, ada pertanyaan yang tak pernah terjawab. Bagaimana rasanya hidup tanpa benar-benar merasa hidup? Bagaimana rasanya berjalan di dunia ini, tetapi tidak pernah benar-benar berpijak? Dan bagaimana jika, suatu hari, semuanya terasa terlalu berat untuk dilanjutkan? "Biarlah" bukan hanya sebuah cerita. Ini adalah perjalanan di antara cahaya dan kegelapan, kebahagiaan yang palsu dan kesedihan yang nyata, antara eksistensi dan kehampaan. Ini adalah kisah yang mungkin terlalu dekat dengan kenyataan-dan mungkin, terlalu sulit untuk diabaikan.

More details
WpActionLinkContent Guidelines