Sayembara ARG WU - Nøytral

Sayembara ARG WU - Nøytral

  • WpView
    LECTURAS 91
  • WpVote
    Votos 24
  • WpPart
    Partes 3
WpMetadataReadConcluida mié, nov 10, 2021
Sebagai sepupu Aes, jangan tanya seberapa kaget Kinan melihat berita Aes dimana-mana dan harus mendengar langsung dari bibinya bahwa gadis itu benar-benar berhenti kuliah. Apalagi ia melihat dengan mata kepalanya sendiri Aes pulang dengan wajah yang nelangsa. Seperti membenarkan semuanya terjadi. Kini Kinan hanya membantu sedikit usaha kecil-kecilan Aes sebagai penopang hidup karena tidak lagi berkuliah. Sedikit banyak gadis itu bercerita tentang kesulitannya untuk menjatuhkan serum berbahaya itu. Namun yang bisa Kinan lakukan hanya menenangkan gadis itu dan memberikan pandangannya. Kinan hanya seorang dosen muda di sebuah universitas yang biasa saja, bahkan sejak pandemi ini Kinan cukup banyak mengalami kesulitan. Kinan tidak punya kuasa yang besar, menolong dirinya sendiri saja tidak cukup mampu apalagi menolong sepupunya itu. Tapi mampu kah saran kecil Kinan mengubah pandangan Aes?
Todos los derechos reservados
#229
gila
WpChevronRight
Únete a la comunidad narrativa más grandeObtén recomendaciones personalizadas de historias, guarda tus favoritas en tu biblioteca, y comenta y vota para hacer crecer tu comunidad.
Illustration

Quizás también te guste

  • RUANG KINANTI
  • Lio & Aqila (END)
  • DOSEN BUCIN - (TAMAT)
  • Constellations From The Room
  • Jodohku Bukan Perjaka
  • Back street
  • Ardi & Ara [End]
  • ALLAND
  • Between Love And Ideals (TELAH TERBIT)
  • MY DISLEKSIA BROTHER | Brothersip Project✓

Semua orang seolah dapat membaca bagaimana kehidupan Kinanti, dari raut wajahnya sorot matanya semua tampak terlalu kelam. Tak ada binar secercah cahaya di pagi hari sedikitpun, entah penderitaan apa yang telah ia alami. Kinanti sadar itu. Semua orang menatapnya dengan tatapan kasihan. Namun ia tak pernah ada niatan untuk mengubah anggapan tersebut. Baginya don't jugde book by it's cover tidak berlaku untuk dirinya, karena memang begitu adanya. Bagi Kinanti bukunya begitu lusuh, kelam, bahkan hanya penderitaan. Ia sendiri tak pernah berani membagikan ceritanya lebih jauh kepada siapapun atau membiarkan orang lain yang membaca lembaran hidupnya lebih dalam, hingga suatu hari Kinanti menemukan binar dari seseorang yang menatapnya seolah memberi harapan. Sorot mata tanpa mengasihani. Kinanti percaya seseorang itu akan menolongnya menyudahi buku lama dan membuka lembaran kehidupan baru. Hingga seluruh semesta Kinanti mengarah "padanya". Namun Kinanti lupa bahwa di dunia tak selalu berjalan sesuai dengan apa yang dirinya mau saja.

Más detalles
WpActionLinkPautas de Contenido