Memilih Lepaskan

Memilih Lepaskan

  • WpView
    Reads 30
  • WpVote
    Votes 13
  • WpPart
    Parts 6
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Nov 2, 2021
Mengagumi dalam diam bukanlah perihal yang mudah. Apalagi jika yang dikagumi tidak pernah peka. Lantas mengapa bertahan? Entahlah, sebab jatuh cinta tak melihat siapa yang akan dicintainya. Nyesek pasti memendam rasa sendiri. Tapi daripada diungkapkan malah membuat si dia menjauh, mending tetap diam. Ya itulah pemikiran segelintir pejuang dalam diam. Namun sampai kapan bisa bertahan? Yakin gak ada titik pasrah? Bagaimana dengan melepaskan? Apakah itu pilihan terakhir saat rasa tak kunjung terbalaskan? Yuk ikuti tulisanku Tulisan ini bukan sebuah cerpen atau fiksi lainnya. Ini hanya sebuah tulisan yang disuguhkan untuk para pejuang dalam diam. Mari berbagi rasa
All Rights Reserved
#417
katabijak
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Langit dan Kenangannya
  • Rasa yang Tak Seharusnya [COMPLETED]
  • Erlangga
  • Antara dosa dan Cinta Pertama
  • My Bad Girl #BadSeries✔
  • The Last Birthday With You
  • Jauh. Esok Nanti atau Selamanya
  • Traces in the Light
  • Truth After Love, Kiara and Zaki (Tamat)

Mengagumi seseorang secara diam diam adalah hal yang sangat menyakitkan dan membahagiakan di satu waktu yang sama. Sakit karena harus mampu menerima risiko bahwasanya seseorang yang kita kagumi sewaktu waktu akan menikahi perempuan lain, lalu menyenangkan sebab ada magnet untuk menarik kita terus memperbaiki diri dan memantaskan diri agar sekiranya kira pantas bersanding dengannya suatu hari nanti. Tetapi, bagaimana jadinya apabila rasa kagum itu berubah menjadi cinta seiring berjalannya waktu tetapi dalam waktu bersamaan kita mengetahui fakta jika ia yang kita cintai juga sedang mencintai dan memperjuangkan seseorang dalam do'a, namun seseorang tersebut bukanlah kita. Hal tersebutlah yang sedang dirasakan oleh Ayunda Meysa Permana. Seorang gadis penyuka langit di segala cuaca dan suasana. Gadis Manis nan Imut berkulit kuning langsat. Apakah fakta yang Ayunda dapatkan akan membuat ia mundur perlahan dan berhenti memperjuangkan seseorang yang ia cintai lewat do'a? Ataukah ia memilih menyimpan rasa cintanya meskipun sesak yang ia dapatkan ketika mendengar fakta tersebut? Nantikan jawabannya hanya dalam cerita Ayunda, "Langit dan Kenangannya".

More details
WpActionLinkContent Guidelines