Memilih Lepaskan

Memilih Lepaskan

  • WpView
    Reads 30
  • WpVote
    Votes 13
  • WpPart
    Parts 6
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Nov 2, 2021
WpInfo
Non-Fiction
Mengagumi dalam diam bukanlah perihal yang mudah. Apalagi jika yang dikagumi tidak pernah peka. Lantas mengapa bertahan? Entahlah, sebab jatuh cinta tak melihat siapa yang akan dicintainya. Nyesek pasti memendam rasa sendiri. Tapi daripada diungkapkan malah membuat si dia menjauh, mending tetap diam. Ya itulah pemikiran segelintir pejuang dalam diam. Namun sampai kapan bisa bertahan? Yakin gak ada titik pasrah? Bagaimana dengan melepaskan? Apakah itu pilihan terakhir saat rasa tak kunjung terbalaskan? Yuk ikuti tulisanku Tulisan ini bukan sebuah cerpen atau fiksi lainnya. Ini hanya sebuah tulisan yang disuguhkan untuk para pejuang dalam diam. Mari berbagi rasa
All Rights Reserved
#180
katakatamutiara
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • The Bleeding Lady [completed]
  • Takdir Terbaik
  • Badai, Kapan Berlalu?
  • Jauh. Esok Nanti atau Selamanya
  • Antara dosa dan Cinta Pertama
  • Antara Aksara dan Kata
  • SEANDAINYA SEMUA ORANG PERGI MENINGGALKANMU [LENGKAP] ✔
  • Surat Untuk Perasaan Yang Tak dimengerti
  • Traces in the Light
  • Erlangga

Ia tak pernah meminta hidup yang sunyi. Namun sejak kecil, ia diajari bahwa diam adalah satu-satunya cara untuk bertahan. Seorang perempuan dinikahkan oleh ayahnya dengan anak angkat yang tak pernah merasa memiliki siapa pun. Pernikahan mereka bukan tentang cinta, melainkan tentang kewajiban, dendam, dan luka yang diwariskan tanpa permisi. Laki-laki itu tak pernah mencintainya. Bahkan, tak pernah mencoba. Yang ia lihat hanyalah sosok yang mewakili masa lalu yang ingin ia lupakan, bayangan dari keluarga yang membuatnya merasa asing seumur hidup. Malam-malam perempuan itu dipenuhi dingin. Bukan hanya dari tubuh yang menjauh, tapi dari kemarahan yang tak ia pahami. Namun dalam sunyi yang dipaksakan, ia tetap bertahan. Mencoba belajar mencintai dalam diam. Menanti entah untuk disembuhkan, atau perlahan dilenyapkan. Kisah sunyi tentang hati yang tak pernah dipilih, dan luka yang terlalu dalam untuk disuarakan.

More details
WpActionLinkContent Guidelines