Kei's Adventures In Multiverse: Saving Damsels in Distress

Kei's Adventures In Multiverse: Saving Damsels in Distress

  • WpView
    Reads 1,779
  • WpVote
    Votes 117
  • WpPart
    Parts 38
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Nov 11, 2021
WpInfo
Fiction
Fantasy
| Novel hasil MTL | Source : Webnovel | Author : MinxMean | Lagi gabut nge-TL | Miyamoto Kei, seorang siswa sekolah menengah biasa jika seseorang mengabaikan rambut merahnya yang mencolok. Seperti banyak pemimpi lain seusianya, ia juga bermimpi bepergian dan melihat pemandangan menakjubkan dunia fiksi. Atau mengalami secara langsung betapa ajaibnya hal itu dibandingkan dengan realitasnya yang lumpuh. Suatu hari, dia menemukan sebuah kotak hitam seperti kubus duduk dengan menakutkan di atas meja dekat tempat tidurnya. Meskipun awalnya dia mengabaikannya saat dia melanjutkan bermain game di ponselnya sampai larut malam, hal itu menjadi perhatiannya lagi ketika dia akan tidur. Karena dia sudah sangat lelah dan mengantuk, dia tidak punya pilihan selain mengulurkan jarinya ke sana sambil berdoa agar tidak ada parasit asing yang keluar dari kotaknya. Saat jarinya yang runcing menyentuh dan bisa merasakan tekstur halus dari kotak hitam, itu ada di sana dan kemudian hidupnya terbalik. Ini adalah kisah Miyamoto Kei dalam petualangannya di Multiverse. --- First World: Honkai Impact 3rd/Honkai-verse --- This is a fanfiction, I do not own anything other than the inserted original character. And yes, this is a wish-fulfillment. You have been warned. This is just me testing the water to see if I can write a fanfiction as I have never written one before other than original fiction. Update release: 3 Chapters/a week(Tuesday/Thursday/Saturday) Check out my patreon if you want more as I'll be releasing there first before public release! https://www.patreon.com/NeetGuy The book cover is not mine, credit goes to its rightfully owner.
All Rights Reserved
#76
multiverse
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Pertemanan di balik Kutukan [On Going]
  • Kaisar, Tolong Abaikan Saya! [END]
  • END ━━ # . 'Hanya Sementara ✧ Genshin Impact x Male Reader
  • {WN} Tsuki ga Michibiku Isekai Douchuu [Kelanjutan LN Volume 14]  (DROP)
  • Dancing On Ice In The Moonlight #1 [ END ]
  • Dependency ✓ [Sudah Terbit]
  • I WAS BORN TO BE ALONE [END]
  • NOJAM & JAEMIN

🥀Cerita ini 100% karangan dari saya sendiri jadi mohon di hargain, jika memang tidak suka maka tidak usah di baca dan jika suka jangan lupa beri vote dan komen yaksss!!! ⚠️ INGAT DI LARANG PLAGIAT, COPY PASTE, MENIRU, MENJIPLAK, ATAU SEJENIS NYA. DON'T! Saya mungkin tidak tahu tapi allah tahu. Rintik hujan perlahan jatuh dari langit kelabu, tetesannya menimpa tanah kering dan retak, menciptakan lingkaran-lingkaran kecil yang segera lenyap bersama debu. Namun tak lama, langit seolah tak sanggup lagi menahan kesedihannya. Hujan turun semakin deras, membasahi tubuh seorang gadis yang berdiri diam di tengah kehancuran. Luka menganga di hampir seluruh kulitnya, darah mengalir perlahan, menyatu dengan air hujan yang mengalir di tanah. Namun ia tetap tak bergerak. Pandangannya kosong, tatapan hampa tanpa harapan, seolah jiwanya telah pergi jauh meninggalkan raganya yang lelah. Di sekelilingnya, dunia yang dulu penuh kehidupan kini tinggal puing dan arang. Tanah yang dulu dihiasi hamparan rerumputan hijau telah terbakar hingga hitam dan tandus. Pohon-pohon yang dulunya menjulang kokoh kini rebah, patah, dan hangus, tak menyisakan satupun daun yang selamat. Segala yang dulu indah, kini lenyap tanpa jejak, tersapu oleh sesuatu yang lebih kejam dari waktu, kehancuran yang tak memberi ampun. "Aku menghancurkan semuanya ... Aku seorang monster!" bisiknya lirih, dan setetes air mata mulai mengalir keluar dari ujung matanya, tak bisa dibedakan apakah itu air hujan atau air penyesalan. "Aku menyakiti orang-orang, aku membunuh orang tak bersalah ... Aku benar-benar seorang monster!" Air matanya menetes, bercampur dengan darah dan hujan. Dan dari bibir pucatnya, hanya satu kalimat yang terus berulang kali dia ucapkan, seperti sebuah mantra penyesalan yang tak berujung. "Maaf ... maafkan aku ... maaf ...." Dibuat : Rabu/13/April/2023 Selesai : ??? Written by :AYA_MNK ©hak cipta dilindungi Allah SWT

More details
WpActionLinkContent Guidelines