BUANA
  • WpView
    Reads 96,875
  • WpVote
    Votes 9,630
  • WpPart
    Parts 49
WpMetadataReadMatureOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Feb 3, 2023
"Kamu adalah pelangi dalam buana-ku. Tempat di mana seluruh warna bertitik temu." Aliando Johansa, Presiden Direktur PT. Amarta Buana. Seseorang yang kaku dan serius dalam menjalani kehidupannya. Hidupnya mewah dan keinginannya selalu terpenuhi, tetapi dunianya begitu klasik dan hampa. Ia tidak pernah merasakan warna lain selain monokrom di dalam hidupnya. Semuanya berubah setelah Ali mengenal sosok Aprillia Kasandra, manajer administrasi dan keuangan PT. Amarta Buana, dunianya terasa begitu energik dan berwarna. Sosok yang memiliki tingkat kecerdasan diatas rata-rata itu mampu membangkitkan sisi lain Ali. Sisi yang tidak pernah ia tunjukkan pada dunia. Namun, perjalanan cinta mereka tidak semudah itu. Ali adalah pewaris utama PT. Amarta Buana, hidupnya telah dirancang sedemikian rupa bahkan sejak lahir. Kisah cinta mereka harus mengalami banyak pasang dan surut karena berbagai konflik eksternal, dimulai dari kesalahpahaman sampai mengejar restu orang tua Ali. Prilly seringkali ingin menyerah karena merasa ia tidak pantas untuk bersanding dengan manusia sesempurna Ali, tetapi Ali selalu memiliki cara tersendiri untuk mengikat Prilly agar tetap berada di sisinya. Di dalam buananya yang hanya mengenal hitam dan putih.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Stay (Away)
  • "Episode Mengagumimu"
  • Prince Untuk Alea
  • Dia Bahagiaku
  • Mantra Karuna [END]
  • KAMU ITU CINTA (Tersedia Versi Cetak)
  • Fragile
  • Keluarga Kecil
  • Istri kedua

⚠️Cerita Mengandung Bawang⚠️ "Lo maunya apa sih?!" Prilly mengeluarkan seringai menggodanya. Tangannya terulur menuju kerah seragam Ali, ia menarik kerah Ali hingga tubuh Ali terhempas mendekat ke arahnya. Lantas ia berbisik dengan suara seraknya, "Lo tanya mau gue? Mau gue itu cuma hati lo." "Murahan," ujar Ali sarkastik sambil menarik tubuhnya menjauh. Prilly masih mempertahankan seringaiannya. "Gue gak bakal semurahan ini kalo lo gak jual mahal sama gue," balas Prilly berusaha memepetkan tubuhnya kepada Ali. Hal itu membuat Ali berdengus jijik, enggan luluh dengan sikap Prilly. "Cih, dasar jalang!" Prilly menatap tepat di bola mata Ali, ia memonyongkan bibirnya dan memajukan dirinya seperti ingin mencium Ali. Tetapi, hal itu tentu hanya sebuah gertakan saja. "Gue gak bakal jadi jalang, kalo lo gak nolak cinta gue!" Prilly berteriak kencang tanpa memikirkan harga dirinya lagi. "Tapi, gue udah punya pacar!" Ali berdesis sembari menatap tajam Prilly. "Putusin pacar lo, terus jadian sama gue. Gampang 'kan?" Ucapan enteng Prilly membuat emosi Ali tersulut. "Lo gak cinta sama gue tapi lo terobsesi buat milikin gue. Dan itu buat lo gila!" Prilly berdecih, "Iya. Gue gila. Dan itu semua, karena lo!" Dua tahun bukanlah waktu yang singkat bagi Prilly untuk mengejar Ali dengan cara-cara murahan, dan hasilnya ia selalu ditolak mentah-mentah oleh Ali. Ini semua berawal dari Prilly yang sering mengumbar gombalan kepada laki-laki di kelasnya dan Ali adalah salah satunya, dan itu semua berakhir pada perasaan semu yang nyata. Awalnya Ali tidak pernah menganggap serius gombalan Prilly, tetapi Prilly mulai melakukan tingkah konyol, seperti saat Prilly mengumumkan kepada seluruh teman sekelasnya bahwa mereka resmi berpacaran. Hal itu membuat Ali muak dan membenci Prilly. Oleh karena tingkah murahan Prilly, Ali tidak ingin berinteraksi selayaknya teman sekelas kepada Prilly. Seringkali Ali menyuruh Prilly menjauh, namun selalu dibantah dan Prilly memilih untuk b

More details
WpActionLinkContent Guidelines