Mala Taka (On Going)

Mala Taka (On Going)

  • WpView
    Membaca 104
  • WpVote
    Vote 22
  • WpPart
    Bab 5
WpMetadataReadBersambung
WpMetadataNoticePublikasi terakhir Kam, Nov 11, 2021
WpInfo
Fiksi
Romansa
MalaTaka Sekuat apapun kita mencoba jika takdir telah memutuskan untuk tetap berjarak, apa mau dibuat? Mala dan Taka dua orang yang disuguhi masa lalu kelam dalam fersinya masing masing. Orang menyebutnya dengan kesedihan, karena jika bersama. Nama mereka berarti Mala pe Taka Nb : cerita ini ditulis murni dari hasil pemikiran pribadi, apabila ada nama tokoh yang sama itu bukan suatu kesengajaan. Selamat menghalu ♥︎ Plagiat itu penyakit, buat kalian penulis jgn sampe kek gitu ya..
Seluruh Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang
#378
kebahagiaan
WpChevronRight
Bergabunglah dengan komunitas bercerita terbesarDapatkan rekomendasi cerita yang dipersonalisasi, simpan cerita favoritmu ke perpustakaan, dan berikan komentar serta vote untuk membangun komunitasmu.
Illustration

anda mungkin juga menyukai

  • Nadi Akhir Luka
  • langit biru
  • Laut dan Langit
  • NALA KEENARA [Hiatus]
  • NEVER LEAVE YOU - JAEMREN
  • [END] Blind Rainbow
  • SMARA DIKTA
  • Friendzone
  • Jalan Cinta yang Tertunda (Selesai)

"Perihal rindu yang tidak berakhir dengan pertemuan dan kepulangan. Cukup dengan sebatas rasa yang dipandu agar tidak menyalahi aturan." -Ini antara KITA, RASA, dan Aturan-Nya.- *** "The sunset is beautiful isn't it?" gumam Senja pelan. "Hu'um. Sunset memang indah, tapi Bukan dengan perpisahan. Aku terima keputusan kamu untuk kita menikmati kata the sunset is beautiful isn't it sampai kita bisa merangkai kata selanjutnya," sahut Askara mengangguk setuju. "Kata selanjutnya? Maksudnya?" tanya Senja bingung. "Iya, sampai kata the sunset is beautiful isn't it berubah jadi the moon and sunrise is beautiful isn't it," jawab Askara. penuh keyakinan. "Kamu yakin kalau bakal tercipta itu di antara kita?" "Harus yakin. Hal pasti aku akan terus berusaha. Mulai sekarang akubakal berusaha kerja keras untuk persiapan finansial, kontrol diri untuk persiapan mental, dan kontrol ibadah untuk persiapan agama supaya aku bisa ngerayu Allah untuk ini. Sampai ketemu di titik terbaik menurut takdir Aruna Senja Darmawangsa. Semoga kita bertemu lagi dengan versi terbaik masing-masing, supaya kita saling merasa beruntung nantinya. Ana uhibbuki fillah," jelas Askara menghembuskan napas kasar. "Selamat berkelana, Tuan. Semoga takdirmu dan takdirku bisa menyatu secara sempurna. Ana uhibbuka fillah wakafa billahi syahida."

Detail lengkap
WpActionLinkPanduan Muatan