Not a Villain

Not a Villain

  • WpView
    LECTURES 15,330
  • WpVote
    Votes 2,609
  • WpPart
    Chapitres 17
WpMetadataReadEn cours d'écriture
WpMetadataNoticeDernière publication sam., mai 25, 2024
[PART DI PRIVAT, HARAP FOLLOW SEBELUM MEMBACA] Seviluna Queensha, selama hidupnya dia selalu berbuat hal jahat. Di masa SMA-nya dia bersikap seperti penguasa sekolah yang suka membully orang lain dan berbuat sesuka hatinya. Kesalahan yang tidak bisa dimaafkan Sevil adalah membully Athala. Cewek polos, lugu nan baik hati yang disukai oleh Laskar. Atas dasar iri dan benci, Sevil membuat hidup Athala sengsara. Hingga suatu ketika Sevil menyesali semua perbuatannya di detik kematiannya. Satu-satunya keinginan Sevil adalah meminta maaf pada Athala dan melepaskan Laskar untuknya. Dan, terjadi! Sevil kembali terbangun diumurnya yang ke 18 tahun. Sevil sudah bertekad, dia akan memperbaiki semua yang dirusaknya.
Tous Droits Réservés
#111
loveself
WpChevronRight
Rejoignez la plus grande communauté de conteursObtiens des recommandations personnalisées d'histoires, enregistre tes préférées dans ta bibliothèque, commente et vote pour développer ta communauté.
Illustration

Vous aimerez aussi

  • Pretend Love Hurts the Most ( fresha )
  • Fantasi Cinta
  • Hi, Ata! || JIN x LISA [END]
  • SEA AND MOUNTAINS ( ZEESHA )
  • Senja dan Angkasa
  • Crazy Guy Vs Sassy Girl ( ZEESHA )
  • RAIHAN
  • MY IDOL GIRLFRIEND ( ZEESHA )
  • AGGA
  • My Bad Boy

Marsha selalu berusaha menarik perhatian Freya-cowok populer di sekolah yang dingin dan nyaris tak pernah menunjukkan emosi. Walaupun berkali-kali ditolak, diabaikan, bahkan dipermalukan di depan teman-temannya, Marsha tetap tidak menyerah. Ia percaya, suatu hari nanti, Freya akan melihat usahanya, memahami perasaannya, dan akhirnya jatuh cinta padanya. Tapi waktu terus berjalan. Luka demi luka yang Freya ciptakan membuat Marsha lelah. Hatinya remuk oleh harapan yang tak pernah berbalas. Sampai akhirnya, Marsha memutuskan untuk berhenti. Dia menjaga jarak, mencoba melupakan, dan pelan-pelan mengikhlaskan semua rasa yang dulu begitu besar. Tanpa disadari, kepergian Marsha adalah tamparan paling keras bagi Freya. Untuk pertama kalinya, Freya merasa kehilangan. Rasa yang dulu ia abaikan, kini justru mengisi kepalanya tanpa henti. Tapi semua sudah berubah-Marsha tidak lagi di sana, tidak lagi tersenyum untuknya, tidak lagi mengejar. Dan kini, Freya harus berjuang. Bukan untuk dicintai... tapi untuk dimaafkan. tapi di balik itu ada kisah sedih dari Freya yang trauma dengan keluarga ya sendiri

Plus d’Infos
WpActionLinkDirectives de Contenu