nothing important

nothing important

  • WpView
    Reads 14
  • WpVote
    Votes 6
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Dec 21, 2021
Kayvano Leoka: "Saya kira kita sedekat nadi." Sherly Loryka : "Anda salah, kita sejauh bumi dan matahari." "Seperti matahari yang menjaga bumi dengan jaraknya. Atau salah satu dari kita akan terluka. " Suatu ke tak sengaja an, diukir waktu dan dijadikan kenangan. *** Dia indah tapi juga luka. *** Bertahan karena harapan ditarik mundur oleh kenyataan. *** Logika yang perih, alur yang kejam. Tujuan tanpa kepastian, kau dan saya sedangkan kita dan.... Nya! ****
All Rights Reserved
#210
unik
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Untuk Ayah
  • Sepasang Sepatu Tanpa Arah [END]
  • Untaian Aksara | Na Jaemin
  • Shadows of the Main Story
  • 12 PM [TAMAT]
  • STAR'SMOON
  • SOLITUDES
  • NOESIS [END]

( S E L E S A I ) Alena, seorang gadis yang kehidupannya nyaris sempurna. Memiliki seorang Ayah yang sangat menyayanginya, Ibu yang selalu menyiapkan sarapan dan makan malam bersama, kakak perempuan yang populer dengan kecantikan dan kepintarannya, bahkan dirinya selalu mendapat juara 1 di setiap perlombaan cipta puisi. Tapi ternyata waktu terus berlalu, setiap manusia berubah seiring detik dan detak yang berbunyi. Usianya yang menginjak remaja di Sekolah Menengah Pertama, hari-harinya mulai dirasa sepi, hanya Ayahnya yang bersedia menemani dan mengerti. Selalu begitu, rata-rata memang anak perempuanlah yang paling dekat dengan sosok Ayah. Tapi bagaimana jika tuhan lebih menyayangi laki-laki yang selalu ada untuk gadis kecilnya? Bagaimana jika saat bahagia itu ada saat itu pula tuhan hentikan detaknya tapi detik terus berubah menit, jam, hari, dan begitu seterusnya? Cerita singkat ini ditulis untuk kita memaknai suatu peristiwa, menghargai waktu yang ada, berdiri di masa kini, serta sejenak menyingkirkan ketakutan masa lalu dan masa depan. Nikmati dengan secangkir teh dikala matahari terbenam, agar kamu tahu bagaimana senja sekejap lewat untuk sekadar memberi damai. Selamat membaca! Penulis Frisca Octavian

More details
WpActionLinkContent Guidelines