TAMU SELEPAS SUBUH

TAMU SELEPAS SUBUH

  • WpView
    Reads 8,892
  • WpVote
    Votes 742
  • WpPart
    Parts 11
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Apr 8, 2022
Seorang wanita muda, mengetuk pintu rumah Dewi selepas subuh. Dia menyerahkan seorang bayi dan meminta Dewi untuk merawatnya. Selang beberapa jam, di sebuah kampung yang tak jauh dari rumah Dewi, ditemukan mayat wanita, dengan mulut berbusa. **cerbung ini adalah sekuel dari cerita AKU BUKAN PEMBANTU KALIAN. Dewi adalah anak dari Sarah. Siapa sarah? yuk kepoin AKU BUKAN PEMBANTU KALIAN.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Kepincut Janda Tetangga (Ending)
  • Kutinggalkan dia karena Dia
  • Rahasia
  • Pelakor? Yes, I'm!
  • Gejolak Srikandi
  • Terikat Dusta (Tamat)
  • Peran Yang Ku Nantikan
  • THE STORY OF VALERIA

Sulaiman Devit, adalah seorang dosen di sebuah universitas swasta terkemuka di Indonesia, diusianya yang mendekati tiga puluh tahun, Devit belum juga menikah. Wajahnya tampan, berkulit putih, matanya teduh, tubuhnya tinggi meskipun sedikit kurus, jangan lupakan otot perutnya yang kotak-kotak seperti buku matematika. Soal sholeh jangan ditanyakan lagi, pria sholeh ini selalu menjaga sholat dan ibadah lainnya. Banyak wanita yang naksir dan terang-terangan menyukainya, para ustadz pemimpin pondok pesantren juga berbondong-bondong menjodohkan Devit dengan putri mereka, namun Devit menolaknya dengan halus, sampai kedua orangtua Devit bingung dengan sikap putra sulung mereka. Hingga suatu saat ia bertemu dengan mahasiswi berkerudung panjang yang bermata teduh, Devit melamarnya. Sarah Syahidah namanya. Sarah merupakan mahasiswi Devit, yang saat ini sedang menyelesaikan semester akhir, sekaligus menyusun skripsi. Mereka berencana menikah saat Sarah selesai wisuda. Hingga bencana angin puting beliung datang merusak atap rumah Devit yang dibelinya dari hasil mengajar. Sehingga Devit harus mengontrak sementara di sebuah petakan yang tak jauh dari kampus tempatnya mengajar, sampai rumahnya selesai di renovasi. Disanalah ia bertemu Juwita Meilani, janda anak satu yang masih sangat muda, cantik dan sedikit genit, menurut pandangan Devit. Namun entah kenapa setiap pagi Devit selalu duduk di depan jendela, diam-diam mengintip Juwi yang sedang melayani pembeli di warungnya.

More details
WpActionLinkContent Guidelines