BLOODLINES #1: The Lost Heir | ON GOING

BLOODLINES #1: The Lost Heir | ON GOING

  • WpView
    Reads 1,643
  • WpVote
    Votes 498
  • WpPart
    Parts 18
WpMetadataReadMatureOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Jun 23, 2026
Hanya ada satu lampu pijar kekuningan yang berayun pelan di tengah ruangan bawah tanah yang pengap itu, menyorot sebuah kursi kayu yang menjadi pusat penderitaan. Di atasnya, Giulietta duduk dengan tangan dan kaki yang terikat erat oleh tambang kasar. Mulutnya dibungkam paksa oleh sehelai kain hitam. Air mata tidak berhenti mengalir dari pelupuk mata hazelnya, bercampur dengan aliran darah segar yang menetes dari pelipis akibat pukulan brutal. Di hadapannya, berdiri seorang pria yang sangat ia kenal. Pria dengan siluet dan aura mengancam yang sama persis dengan sosok yang malam itu mencari buronannya di Calascibetta. Pria itu memainkan sebuah pistol logam di tangannya dengan santai, larasnya yang dingin terarah tepat ke kepala Giulietta. "Waktunya hampir habis," ucap pria itu memecah keheningan, suaranya menggema penuh racun. Ia melangkah pelan, memutari kursi Giulietta layaknya pemangsa. "Aku penasaran... apakah mereka akan datang menerjang neraka demi menolongmu, atau membiarkan dirimu mati di sini." Pria itu berhenti tepat di depan Giulietta, menunduk untuk menatap mata gadis itu yang memancarkan ketakutan sekaligus kebencian yang menyala. "Seorang gadis kecil yang di kabarkan mati dalam kebakaran puluh tahun yang lalu... ternyata selama ini masih hidup," kekehnya sinis, penuh kemenangan. "Corsini, Vescari, dan Cavazza. Tiga pilar kesombongan. Mungkin dulu aku memang gagal membuat kalian pecah dari dalam." Pria itu menempelkan ujung laras senjatanya ke dahi Giulietta, membuat gadis itu memejamkan mata erat-erat. Jantung Giulietta berdegup gila saat merasakan dinginnya logam tersebut mencium kulitnya. "Tetapi sepertinya," bisik pria itu di dekat telinga Giulietta, menarik pelatuk perlahan. "Kali ini aku tidak akan gagal." Sebuah letusan memekakkan telinga menggema ke seluruh penjuru ruangan bawah tanah, menelan rintihan tertahan Giulietta dan merenggut segalanya menjadi kegelapan.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • The Mysterious Apartment (TheMA)
  • Desire | Ni-ki [EN-]✔
  • DISSIMILAR
  • Between Us [Kookmin]
  • the kids aren't alright | 00 line ✔️
  • Mine (Obsesi)
  • [II] FAVOR YOU - TXTZY ✔
  • [NA JAEMIN] Love Life✔
  • Elvano: Between Two Hearts (ON - GOING)
  • I Want To Tell You✔

Athala baru saja pindah ke salah satu apartemen mewah yang baru-baru ini menjadi topik hangat di seluruh kota, sebuah kasus pembunuhan yang terjadi di lantai 12 pada malam tahun baru berhasil menghebohkan seluruh dunia maya, sebab yang tersisa hanya genangan darah yang mulai mengering-menyatu dengan merahnya kelopak mawar, tanpa diketahui siapa korban dan pelakunya. Anehnya, gedung apartment yang tampak megah seolah memiliki kawalan ketat itu selalu memakan korban, entah dari kecelakaan atau kasus pembunuhan yang tidak di ketahui siapa pelakunya. Rasa penasaran Athala pun semakin memuncak, yakin bahwa ada cerita tersembunyi yang sengaja dikubur rapat oleh sebuah rekayasa licik. Waktu terus berjalan tanpa jeda, berpacu dengan realitas yang datang silih berganti-membawa kejutan demi kejutan yang tak pernah diduga. Arwah? Dendam? Teror? Makhluk aneh? Dan... persahabatan yang ternyata hanya sebatas formalitas? Semua itu perlahan membawanya pada serangkaian fakta yang tak pernah terlintas di benaknya-bahkan dalam bayangan liarnya sekalipun. Lalu, apakah Athala bisa membantu menyelesaikan semua persolan dengan informasi yang didapatkannya, atau memilih bungkam di tengah kerumitan yang tak masuk akal sehingga terjebak selamanya dalam lingkaran misteri yang tak berujung? Tiktok: yunaaluna_23 Instagram: yunaaluna__23

More details
WpActionLinkContent Guidelines