Halaman Rumah dan Ceritera

Halaman Rumah dan Ceritera

  • WpView
    Reads 56
  • WpVote
    Votes 1
  • WpPart
    Parts 4
WpMetadataReadMatureComplete Fri, Jul 8, 2022
Apakabar Banda Neira ? Apakabar Vera juga disana ? Ceritera yang telah dibangun lama meninggalkan segala pesan tak terbaca. Sungguh,aku rindu padanya, aku sangat mencintainya, bahkan hingga saat ini aku tak tahu kabarnya, aku masih mencarinya. Tuhan jaga ia dengan bijaksanamu, aku tak tahu harus melakukan apa untuk membelegu rinduku.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Z A L E R A
  • LANGIT YANG TAK PERNAH PULANG
  • Kepada sang pencipta rindu
  • En Rêve [COMPLETE]
  • Obstacles eternal love || Fresha (End)
  • CERPEN (END)
  • 2A
  • Cinta dan Takdir Rania [End]
  • Tepian Semu || Lilynn✅

" Masalahnya playboy itu jabatan yang udah melekat sama gue "- alzi menarik dagu Vera mendekat padanya hingga jarak keduanya terkikis. Vera mundur selangkah agar jarak keduanya tak begitu dekat, namun sebelum melakukan itu alzi sudah lebih dulu menarik pinggangnya posesif hingga membuat keduanya saling bertatapan, " Ya bukan gue juga target lo selanjutnya "- " hmm, cantik "- puji alzi sambil mengusap keringat yang ada di pelipis gadis itu. " Lepasss! "- sentak Vera berusaha menjauh dari alzi. Cinta? Aku pernah mencintai mu sedalam lautan, namun kau sama sekali tak pernah peduli. Tapi disaat aku meninggalkan mu, kau baru menyadari apa itu arti Cinta yang kuberi. Aku tak pernah membencimu padahal kau berulang kali menyakitiku, aku tetap menyayangimu walau kau tak pernah mengetahui hal itu. kau penyakit sekaligus obat atas luka tersebut. Miris? Memang hidupnya sangat lah miris, banyak orang yang dekat dengannya, namun tak banyak yang tau apa masalah hidup yang dihadapi. Kesabaran adalah kunci utama dalam menjalani hidup ini, kemarahan hanya bisa disimpan sendiri, tak ada yang bisa mengerti kecuali dirinya. " Apa papa pernah mikirin gimana perasaan aku?"- " Aku juga capek pa, aku pengen hidup bebas kayak yang lain, aku pengen bahagia pa, apa cuma aku yang harus punya hidup semenyedihkan ini?"- Hatinya teriris, otak nya penuh dengan pikiran - pikiran berat, ingin sekali ia berteriak pada semua orang jika dirinya sedang tak baik - baik saja, namun ia harus tetap dipaksa untuk tersenyum.

More details
WpActionLinkContent Guidelines