Ethics is Important

Ethics is Important

  • WpView
    Reads 14
  • WpVote
    Votes 2
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Dec 14, 2021
Sebuah lingkungan pertemanan memanglah lingkungan yang mengasikkan, tak urung membuat siapa pun merasa bahagia dan tak merasa kesepian. Namun, lingkungan pertemanan adalah lingkungan yang bervariasi, siapa pun yang berteman di satukan dalam setiap perbedaan yang kontras dan tak sedikit memicu perselisihan yang di dasari oleh perbedaan itu. Hal itulah yang di alami oleh Nadzira Leosa--gadis baik hati yang sesungguhnya pendiam namun terpaksa menjadi Ekstrovert karena lingkungan pertemanan yang memaksa. Ia di pertemukan oleh sebuah lingkungan pertemanan yang benar-benar menguji kesabaran dan tingkat pemikiran yang matang di usia yang masih terbilang labil. Mampukah Nadzira mengatasi permasalahannya? Mampukah ia menepis ego dan mengedepankan pemikiran dewasanya?
All Rights Reserved
#505
bully
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Riuh Dalam Sunyi
  • 𝐒𝐡𝐞 𝐢𝐬 𝐦𝐲 𝐆𝐢𝐫𝐥•| [On going]
  • Crazy Seniority 2 [Completed]
  • Constellations From The Room
  • Thank's Brother [COMPLETED]
  • DILEMA (Antara Cinta dan Persahabatan)
  • Unpredictable Love
  • The Quiet Between Us (TERBIT)
  • Me a Di? [COMPLETED]

Aluna hidup di bawah bayang-bayang ekspektasi yang tak berujung. Orang tuanya menuntut kesempurnaan, lingkungannya memujinya sebagai sosok ideal, tetapi di dalam dirinya, Aluna merasa rapuh. Setiap langkahnya bagai napas yang terhenti, takut akan kesalahan yang bisa mencoreng nama baik keluarganya. Namun, di balik semua itu, ada luka yang tak pernah sembuh, kerinduan pada kebebasan yang hanya bisa ia temukan dalam sunyi. Di sekolah, Aluna dihadapkan pada konflik dengan teman-temannya, yang perlahan-lahan membuka mata bahwa dunia tidak sehitam putih yang ia bayangkan. Di rumah, hubungan dengan keluarganya perlahan retak ketika ambisi orang tua mulai mengorbankan perasaan dan mimpinya sendiri. Ketika Aluna mulai mempertanyakan apa arti bahagia, ia dihadapkan pada pilihan sulit: bertahan dalam riuh yang menyakitkan atau melepaskan segalanya untuk menemukan sunyi yang menenangkan. Namun, apakah ia cukup kuat untuk melawan? Ataukah ia hanya akan menjadi seorang gadis yang tenggelam dalam ekspektasi, tanpa pernah benar-benar menemukan dirinya sendiri?

More details
WpActionLinkContent Guidelines