Remember Me In A Simple Way

Remember Me In A Simple Way

  • WpView
    Reads 13
  • WpVote
    Votes 3
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Nov 4, 2021
WpInfo
Fiction
Romance
Sebagai seorang manusia yang berprinsip untuk menjadi biasa-biasa saja, Eila punya berbagai peraturan-peraturan praktis dalam hidupnya. Salah-satunya adalah menjauhi hal yang dapat menarik perhatian orang. Peraturan yang dibuatnya berhasil ia lewati selama kelas 10 dan 11, tapi sayang, sepertinya tuhan ingin membuat tahun-tahun terakhir Eila di sekolah menjadi sedikit berwarna karena ia merasa Rion dan Gazihan, dua orang populer di sekolah tiba-tiba menjadi lebih akrab dengannya. Semoga itu hanya perasaannya saja.
All Rights Reserved
#19
ka
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • He Wrote My Name Wrong
  • Tenang bertemu Riuh
  • Cinta?
  • High School Love Story [Short Story]✔️
  • 6Thn Aku, dan Eziel
  • THE MIRACLE IS YOU
  • Two Hearts, One Path ~Harqeel (HIATUS)
  • social science class 3

He Wrote My Name Wrong Wattpad by barelyunknown SMA Harapan Baru katanya sekolah penuh "cinta pertama". Katanya sih. Nyatanya? Hari pertama orientasi aja aku udah dapat partner paling nggak ramah sedunia-Raynald Ezra, si cowok tinggi berkacamata yang ngomongnya kayak dosen dan nggak pernah senyum. Meira Anindya enggak pernah menyangka kalau hari pertamanya di SMA akan dipenuhi kejutan-terutama kejutan bernama Raynald Ezra. Cowok cuek dari kelas sebelah itu bikin Meira salah tingkah sejak insiden kecil di hari MOS. Tapi bukan SMA namanya kalau perjalanan cinta mulus-mulus aja. Mulai dari beda kelas, cewek berhijab yang selalu bareng Ray, sampai kenyataan bahwa Ray punya masa lalu yang belum sepenuhnya ia lepas. Sementara Meira sibuk memahami perasaannya, Ray juga diam-diam menyimpan rasa-rasa yang belum pernah ia tunjukkan ke siapa pun sejak kehilangan orang terdekatnya. Satu hal yang pasti: keduanya sama-sama belum siap untuk jujur... bahkan pada diri sendiri. Di antara tumpukan tugas, eskul, dan jantung yang deg-degan tiap ketemu di lorong sekolah, Meira dan Ray belajar satu hal: cinta pertama enggak selalu tentang kata yang sempurna, tapi tentang siapa yang bikin kamu ingin menulis ulang segalanya-termasuk nama seseorang, meski awalnya kamu salah tulis.

More details
WpActionLinkContent Guidelines