Benci Dewasa

Benci Dewasa

  • WpView
    Reads 41
  • WpVote
    Votes 4
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Dec 6, 2021
Aku, remaja yang sedang beranjak dewasa. Yang sedang berkembang secara mental dan fisik. Bukan umur yang membuatku dewasa tapi keadaan yang mengharuskanku untuk bersikap dewasa. Namun, aku membenci orang-orang dewasa. Dimataku mereka seolah-olah bersikap baik namun kenyataannya mereka egois, mereka keras kepala, mereka bahkan tidak bisa mengendalikan emosinya. Topeng mereka begitu tebal, sampai aku tak mengenalinya. Tuhan, aku harus bagaimana? Aku tak ingin menjadi dewasa. Aku benci mereka. Aku ingin waktu berhenti, agar aku tak berubah menjadi orang dewasa. ~inilah kisahku, seorang remaja laki-laki yang hidup di lingkungan yang toxic.
All Rights Reserved
#538
toxic
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Our Times (Completed)
  • ANANDITASWARA [TERBIT]
  • 𝓐𝓷𝓽𝓪𝓰𝓸𝓷𝓲𝓼 𝓕𝓪𝓶𝓲𝓵𝔂
  • Forbidden Love
  • Di Setiap Do'aku Terselip Namanya (SELESAI)
  • Silence Of Tears (TERBIT)
  • I'm broken [BHS#1]✓
  • ALVIVA (END)
  • I Will Change My Fate | By: soraya || Rora & Jungwon
  • Mengulang Waktu

TEEN FICTION Waktu... Setiap apa yang kita lakukan pasti akan selalu kita ingat, baik yang senang maupun sedih. Terkadang diri kita egois ingin mengingat hal yang membuat kita senang, terkadang juga diri kita egois berlarut-larut mengingat hal yang membuat kita sedih. Waktu... Yang menemani lika-liku kehidupan kita tanpa bisa diputar kembali walaupun kita bersikeras dengan berharap kalau saja waktu bisa diputar kembali. Waktu... Yang dapat membuat orang yang kita sayangi ternyata pergi, orang yang kita percaya ternyata berkhianat, orang yang kita anggap keluargapun nyatanya berubah menjadi orang asing. Fara Eisha, seorang siswi SMA biasa yang menjalani manis pahitnya kehidupan ditemani oleh penghias cerita yang datang silih berganti, yang memainkan perasaannya dengan apik. Dan berlomba-lomba dengan waktu mencoba untuk memecahkan masalah yang sedang menerornya. Entah dari siapa, sepertinya orang itu senang membuat Fara menampilkan raut wajah gusar, gelisah. Bisakah Fara melalui masalah tersebut? atau menyerah akan ketidakberdayaannya? **** *masih amatiran but I'll try my best dan ini murni pemikiran sendiri

More details
WpActionLinkContent Guidelines