Story cover for Reckless by dhilfadhl_
Reckless
  • WpView
    Reads 81
  • WpVote
    Votes 25
  • WpPart
    Parts 4
  • WpView
    Reads 81
  • WpVote
    Votes 25
  • WpPart
    Parts 4
Ongoing, First published Nov 05, 2021
Dia bahkan tak pernah tahu mengapa semesta menciptakan arunika dan bagaskara bisa bertemu dalam waktu yang singkat tapi tidak pernah bisa bersama meski perasaan keduanya sangatlah kuat.

Bumi dan langit pun juga merasakan bagaimana mereka tak bisa menjadi satu dalam hal melengkapi, tetapi langit tak pernah meninggalkan bumi di atas sana yang selalu tersenyum hingga berakhir sepi tanpa mau menepi. 

Karena mereka tahu bahwa semesta memiliki alasan mengapa sebagian dari mereka tak bisa menjadi sebuah kisah yang indah dalam sebuah catatan asmaralokanya yang penuh dengan kejanjian semata.






"Sampai semesta mengambil kembali dunia ini, Senja dan Fajar tidak akan pernah bisa menjadi Arunika dan Bagaskara."

-Valeria Arunika




Reckless
Written by @dhilfadhl_
©2021 | All right reserved.
All Rights Reserved
Sign up to add Reckless to your library and receive updates
or
#201sadness
Content Guidelines
You may also like
Rainangkasa #2 [END] by AmandaPutri685
38 parts Complete
Hujan memang diciptakan untuk dijatuhkan. Semau dan semampu apapun hujan bertahan, tetap saja jatuh ialah keharusan. Semesta tak kenal kasih. Semesta tak pernah memilih. Jika sebuah hati berpaling, itu bukan salah semesta. Jika pada akhirnya harus mengenal perpisahan, itu juga bukan salah semesta. Salah seseorang yang tak bisa menjaga, salah seseorang yang hanya memberi kecewa. Hujan tak pernah menuntut perlakuan istimewa, namun bukan berarti dirinya diabaikan. ***** "Sa, aku cuma bantu kamu buat bebas. Biar kamu gak lagi sembunyi-sembunyi jalan sama cewek mana pun. Ini satu-satunya cara yang terbaik buat aku dan juga kamu." "Ra... " suara Angkasa berubah parau. Gerimis yang jatuh seakan menusuk seluruh tubuh Angkasa membuatnya merasa kesakitan, terutama hatinya. Namun di sini bukan hanya Angkasa yang merasa sakit, tapi Raina juga. Perempuan itu jauh lebih sakit. "Gue janji, Ra. Gue janji bakal berubah. Kasih gue satu kesempatan lagi." pintanya. Raina menggeleng seraya menarik lengannya. Kemudian, ia beranjak bangun. Disusul oleh Angkasa. Kini keduanya saling berhadapan dengan keadaan basah kuyup. "Aku harap suatu saat kamu temuin perempuan yang bisa bikin kamu bahagia, Sa." ***** Hubungan mereka berada di ambang perpisahan ketika perlahan-perlahan seseorang mengusik hati masing-masing. Ketika kisahnya tak lagi tentang dua orang yang jatuh cinta, tapi tentang dua orang yang sama-sama terluka, sama-sama mencoba bertahan, dan sama-sama melepaskan. Hujan sudah cukup sabar selama ini. Lantas, apakah masih ada kesempatan untuk merekatkan kembali yang retak? Mengembalikan kepercayaan yang dipatahkan?
Hai, Angkasa! [COMPLETED] by Nannqinatia
69 parts Complete
"GUE SUMPAHIN LO SUKA SAMA GUE!" "Mimpi." __________________________________ Angkasa cuek, Starla hiperaktif. Angkasa tenang, Starla heboh. Angkasa realistis, Starla dramatis. Angkasa benci direpotkan, Starla hobi merepotkan. Bagi Angkasa, hidupnya sudah cukup tentram ... sebelum kesialan berwujud perempuan dengan suara yang nyaring datang dalam kehidupannya. Membawa hal-hal merepotkan yang paling Angkasa hindari. Mereka berdua sangat bertolak belakang, bagaikan langit dan bumi. Namun, mereka punya satu kesamaan, yaitu sama-sama memiliki rahasia yang tertutup rapat. Bersikap seolah mereka adalah manusia yang selalu bahagia. Hanya dalam hitungan hari, sosok Angkasa yang sebelumnya dicap 'menyebalkan' oleh Starla, langsung berubah menjadi 'pacar idaman' yang didambakan gadis itu. Masalahnya, apa Starla bisa meruntuhkan tembok kokoh di hati Angkasa? "HAI, ANGKASAAA!" "Bisa diem?" "Bisa. Tapi gamau." "Angkasa, rayap itu nyamuk, kan?" "Bodoh!" "Angkasa, jangan galak-galak. Nanti bucin sama gue baru tau rasa!" "Jangan kebanyakan halu." "Angkasa! Udah suka sama gue, ya?" "Iya." "SERI--" "Di mimpi lo." Highest Rank: #3 in Crazy girl (09/05/21) #3 in Angkasa (13/05/21) #5 in SMA (13/06/21) #1 in Starla (13/06/21) #2 in Coolboy (13/06/21) #4 in Dingin (13/06/21) #3 in Remaja (16/06/21) #6 in Roman (17/06/21) #3 in Populer (20/06/21) #1 in Angkasa (02/08/21) #3 in Sibling (23/09/21) #1 in Persahabatan (14/10/21) #2 in Fiksi remaja (15/12/21) #1 in Sweet (20/01/22) #2 in Friendzone (08/03/22) #3 in Teenfiction (28/04/22) #2 in Perjuangan (09/02/23) __________________________________ ❤️ Jangan lupa tambah ke library. ⚠️ Diharapkan follow sebelum membaca. ⚠️Jangan SIDER, gak baik. TENGKYUUUUUU AND SEE YOU!
Langit dan Cahayanya  by Rivenn23
9 parts Complete
Novel ini bukan hanya sekedar cinta remaja manis-manis. Tapi juga tentang rumah yang berantakan, trauma yang dipendam, persahabatan yang jadi pelindung, dan perjuangan bertahan di dunia yang sering nggak adil. Ini kisah tentang dua remaja yang nggak sempurna, tapi saling menemukan dalam dunia yang dingin, kejam dan berisik. Kadang mereka saling menyembuhkan. Kadang juga saling melukai. Kalau kamu pernah merasa sendirian, pernah diabaikan, atau berharap ada seseorang yang bilang. "Aku di sini, buat kamu..." Mungkin, kamu akan menemukan bagian dari dirimu di cerita ini. Untuk kamu yang pernah jatuh cinta, atau masih nunggu dicintai. Kamu pasti tahu rasanya deg-degan, takut kehilangan, berharap dipeluk tanpa diminta. Dan kadang luka yang nggak bisa kamu ceritain ke siapa pun. Namanya Arunika. Matahari yang hangat, meski menyimpan luka. Dan Chandra. Bulan yang nyaris padam, tapi diam-diam ingin dicintai. Takdir mempertemukan mereka. Di balik candaan kelas dan tawa di taman, ada luka yang tersembunyi. Juga rasa takut kehilangan yang terlalu dalam. Mereka jatuh cinta. Tapi cinta bukan segalanya, bukan. Kalau dunia terus menguji mereka. Dua hati. Dua luka. Serta langit, tempat yang mempertemukan dan yang menyatukan mereka. Selamat datang di cerita tentang kehilangan, penerimaan, dan keberanian untuk mencintai... bahkan saat kamu sendiri belum utuh. Pegang erat hatimu. Karena mungkin, ini bukan sekadar cerita mereka, tapi juga cerita kamu. ═══ ∘◦❁◦∘ ═══ Btw guyss novel "Langit dan Cahayanya" ini update setiap hari jam 21.00 WIB, dan untuk setiap 1 bab yang selesai, kita istirahat dulu sehari ya guyss.
You may also like
Slide 1 of 10
Rainangkasa #2 [END] cover
Hai, Angkasa! [COMPLETED] cover
Arunika (COMPLETE) cover
Rewrite My Heart [TERSEDIA DI GRAMEDIA] cover
Langit dan Cahayanya  cover
Sunrise Become Sunset (End)✓ cover
Jingga dan Senja [SUDAH TERBIT] cover
Fajar & Senja cover
GARAYA : Pair Of Lose Colors ( SEGERA TERBIT)  cover
Skaya & the Big Boss ✓ cover

Rainangkasa #2 [END]

38 parts Complete

Hujan memang diciptakan untuk dijatuhkan. Semau dan semampu apapun hujan bertahan, tetap saja jatuh ialah keharusan. Semesta tak kenal kasih. Semesta tak pernah memilih. Jika sebuah hati berpaling, itu bukan salah semesta. Jika pada akhirnya harus mengenal perpisahan, itu juga bukan salah semesta. Salah seseorang yang tak bisa menjaga, salah seseorang yang hanya memberi kecewa. Hujan tak pernah menuntut perlakuan istimewa, namun bukan berarti dirinya diabaikan. ***** "Sa, aku cuma bantu kamu buat bebas. Biar kamu gak lagi sembunyi-sembunyi jalan sama cewek mana pun. Ini satu-satunya cara yang terbaik buat aku dan juga kamu." "Ra... " suara Angkasa berubah parau. Gerimis yang jatuh seakan menusuk seluruh tubuh Angkasa membuatnya merasa kesakitan, terutama hatinya. Namun di sini bukan hanya Angkasa yang merasa sakit, tapi Raina juga. Perempuan itu jauh lebih sakit. "Gue janji, Ra. Gue janji bakal berubah. Kasih gue satu kesempatan lagi." pintanya. Raina menggeleng seraya menarik lengannya. Kemudian, ia beranjak bangun. Disusul oleh Angkasa. Kini keduanya saling berhadapan dengan keadaan basah kuyup. "Aku harap suatu saat kamu temuin perempuan yang bisa bikin kamu bahagia, Sa." ***** Hubungan mereka berada di ambang perpisahan ketika perlahan-perlahan seseorang mengusik hati masing-masing. Ketika kisahnya tak lagi tentang dua orang yang jatuh cinta, tapi tentang dua orang yang sama-sama terluka, sama-sama mencoba bertahan, dan sama-sama melepaskan. Hujan sudah cukup sabar selama ini. Lantas, apakah masih ada kesempatan untuk merekatkan kembali yang retak? Mengembalikan kepercayaan yang dipatahkan?