Inhale, Exhale | Hiatus

Inhale, Exhale | Hiatus

  • WpView
    Reads 203
  • WpVote
    Votes 30
  • WpPart
    Parts 4
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Aug 9, 2025
Clara Arum Wibisana kembali ke Indonesia bukan untuk mengenang masa lalu, melainkan karena panggilan tugas. Sebagai dokter bedah trauma terbaik, ia telah bertahun-tahun berada di garis depan medan perang, menyelamatkan nyawa di tengah kekacauan. Namun, tantangan terbesarnya justru datang dari tempat yang seharusnya lebih familiar. RS Wijaya Sehat, rumah sakit yang kini dipimpin oleh seseorang yang dulu begitu berarti baginya. Aditya Wira Massang tahu siapa Clara. Bagaimana mungkin ia melupakan perempuan yang keluarganya tolak bertahun-tahun lalu? Gadis sederhana yang dulu ia cintai telah kembali, kini berdiri di hadapannya dengan kepribadian yang jauh berbeda, lebih tegas, lebih dingin, lebih tak terjangkau. Pertemuan mereka bukan sekadar reuni yang canggung. Dalam hiruk-pikuk rumah sakit, di antara pasien-pasien yang berjuang antara hidup dan mati, mereka dipaksa bekerja bersama. Ego bertabrakan, luka lama terbuka, dan perasaan yang dulu mereka kira telah mati perlahan menemukan jalannya kembali. Tapi dengan masa lalu yang pahit dan masa kini yang penuh ketegangan, masih adakah ruang bagi mereka untuk kembali seperti dulu? Atau justru hubungan ini tak lebih dari sebuah rintik mendung yang hanya singgah sebelum akhirnya menghilang?
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Heartbeat Trauma
  • Become an Extra or Main Character [END]
  • [END] When the Stars are Tired
  • Aku Belum Siap Dewasa {HIATUS}
  • Memory in My Heart [END]
  • To Heal
  • Dokter Muda Genius

Di sebuah rumah sakit besar dengan trauma center terbaik di Jakarta, Dr. Araya Maheswari, seorang dokter bedah trauma yang dikenal tegas dan perfeksionis, bekerja keras menyelamatkan nyawa di ruang operasi. Ia selalu mengutamakan profesionalisme, mengabaikan kehidupan pribadinya, dan memastikan setiap anggota timnya bekerja dengan standar tertinggi. Di sampingnya, ada Dr. Fero Wiranata, sahabat sekaligus rekan anestesinya sejak kuliah. Mereka telah bekerja bersama selama bertahun-tahun, memahami satu sama lain lebih dari siapa pun. Fero adalah satu-satunya orang yang bisa berbicara santai dengan Araya tanpa merasa terintimidasi oleh sikap dinginnya. Hubungan mereka berjalan di antara batas profesional dan sesuatu yang lebih dalam-sesuatu yang belum pernah mereka akui. Sementara itu, di bawah bimbingan Araya, Dr. Adimas Pratama, seorang dokter bedah muda penuh ambisi, berjuang membuktikan dirinya. Ia kerap berselisih dengan Salsabila Ramadhani, seorang perawat IGD dan bedah yang sama-sama keras kepala dan tidak mau kalah. Namun, di balik perdebatan mereka, ada perasaan yang perlahan berkembang. Ketika serangkaian kecelakaan besar terjadi, tim ini harus menghadapi tekanan luar biasa. Mulai dari menangani korban tabrakan beruntun, operasi darurat di ruang gawat darurat, hingga misi penyelamatan di lokasi bencana bersama Basarnas. Saat mereka berjuang mempertahankan nyawa pasien, mereka juga harus menghadapi perasaan mereka sendiri-ketakutan, kehilangan, dan mungkin, cinta yang tak terelakkan. Di antara kesibukan dan ketegangan hidup di dunia medis, apakah mereka berani mengizinkan diri mereka untuk mencintai? Atau justru perasaan itu akan menjadi beban yang mengganggu tugas mereka?

More details
WpActionLinkContent Guidelines