Inhale, Exhale | Hiatus

Inhale, Exhale | Hiatus

  • WpView
    Reads 213
  • WpVote
    Votes 30
  • WpPart
    Parts 4
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Aug 9, 2025
WpInfo
Fiction
Romance
Clara Arum Wibisana kembali ke Indonesia bukan untuk mengenang masa lalu, melainkan karena panggilan tugas. Sebagai dokter bedah trauma terbaik, ia telah bertahun-tahun berada di garis depan medan perang, menyelamatkan nyawa di tengah kekacauan. Namun, tantangan terbesarnya justru datang dari tempat yang seharusnya lebih familiar. RS Wijaya Sehat, rumah sakit yang kini dipimpin oleh seseorang yang dulu begitu berarti baginya. Aditya Wira Massang tahu siapa Clara. Bagaimana mungkin ia melupakan perempuan yang keluarganya tolak bertahun-tahun lalu? Gadis sederhana yang dulu ia cintai telah kembali, kini berdiri di hadapannya dengan kepribadian yang jauh berbeda, lebih tegas, lebih dingin, lebih tak terjangkau. Pertemuan mereka bukan sekadar reuni yang canggung. Dalam hiruk-pikuk rumah sakit, di antara pasien-pasien yang berjuang antara hidup dan mati, mereka dipaksa bekerja bersama. Ego bertabrakan, luka lama terbuka, dan perasaan yang dulu mereka kira telah mati perlahan menemukan jalannya kembali. Tapi dengan masa lalu yang pahit dan masa kini yang penuh ketegangan, masih adakah ruang bagi mereka untuk kembali seperti dulu? Atau justru hubungan ini tak lebih dari sebuah rintik mendung yang hanya singgah sebelum akhirnya menghilang?
All Rights Reserved
#805
schoollife
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • To Heal
  • Memory in My Heart [END]
  • Become an Extra or Main Character [END]
  • Cinta Itu Bernama Aleaa  [ ON GOING ]
  •  Hope Come Back  ( Completed )
  • " Cinta Mahasiswa Kedokteran "
  • AMERTA : The Last Embrace
To Heal

Luka yang tak terlihat seringkali lebih menyakitkan daripada yang tampak. Alira hidup dengan dendam dan kebencian yang tak pernah padam, terutama kepada ayahnya-orang yang telah merenggut ibunya. Diasuh oleh keluarga yang memperlakukannya berbeda, ia tumbuh menjadi gadis yang dingin, keras, dan tak ingin bergantung pada siapa pun. Namun, segalanya berubah ketika Aidan kembali ke hidupnya. Sahabat kecilnya yang dulu ia anggap telah menghilang kini berdiri di hadapannya, membawa cahaya yang nyaris padam dalam dirinya. Aidan tak hanya ingin kembali berteman-ia ingin mengubah Alira, membuatnya percaya bahwa luka bisa sembuh dan masa lalu tak harus selalu menjadi beban. Tapi, bisakah seseorang benar-benar pulih dari luka yang sudah terlalu dalam? Ataukah Alira akan tetap terjebak dalam bayang-bayang masa lalunya? Di tengah konflik keluarga, geng sekolah yang menambah kekacauan, serta perasaan yang mulai berubah, Alira harus menemukan jawabannya sendiri. Karena terkadang, perjalanan untuk pulih justru lebih menyakitkan daripada lukanya sendiri.

More details
WpActionLinkContent Guidelines