MANTAN VS GEBETAN

MANTAN VS GEBETAN

  • WpView
    Reads 2,447
  • WpVote
    Votes 335
  • WpPart
    Parts 14
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Nov 20, 2021
WpInfo
Fanfic
NCT
Putus dalam sebuah hubungan itu hal yang wajar. Mencari pengganti saat sudah tidak mempunyai ikatan dengan siapapun juga itu sah-sah saja, bukan? Dan itu yang tengah gue lakukan. Setelah putus dengan Runa, gue berpikir untuk mengejar kembali cinta tak sampai gue, Reva, yang gue sukai dari zaman SMP. Dan gue yakin, kali ini akan berhasil. Tapi nampaknya Tuhan berkehendak lain. Gue, Runa dan Reva malah disatukan di kelas yang sama. Membuat gue putus asa, kaya masuk ke dalam surga dan neraka. Jadi nanggung, posisi gue entah seneng atau sedih. Gue harus ketawa atau nangis, gue bingung sendiri. Kalo kata Alif, "Dah, mending sekarang ke kelas. Lo mesti menyapa mereka, Za. Membiasakan diri, melihat masa depan dan masa lalu secara bersamaan." Dah lah! gue pindah sekolah aja! Reza Agastya
All Rights Reserved
#60
itzy
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Sahabat atau Pacar [TAMAT]
  • Pacarku Ketua Osis [SUDAH TERBIT]
  • •LOVEZONE• ✔️
  • RE-SILIENCE (END)
  • Raquilla
  • Begin ✔
  • Jejak Yang Tak Terhapus (Mark Lee)
  • Ketos Galak
  • Eramnesia
  • ANTARA KITA DAN CERITA

[BELUM DI REVISI] So, typo masih berserakan~ About, dua pilihan yang sulit ditentukan. --------------------------------------------------- "Gue nggak mau basa basi" Rehan memalingkan wajahnya. "Gini aja.. Gue kasih pilihan buat lo. Gue atau Rendy?" "Emangnya salah gue apa sih sampe lo kayak gini?" Fix, gue nangis sekarang. Gue tau apa salah gue. Tapi sampe melampaui batas apakah kesalahan gue sampai sampai Rehan kayak gini ke gue? "Lo tanya salah lo apa, apa nggak bisa intropeksi diri yah?!" Mendengar kalimat itu keluar dari bibir Rehan, semua badan gue gemeteran. Entah karena nada suaranya yang meninggi ataupun auranya yang seolah ingin menerkam gue sebagai mangsanya. Gue mencoba menetralkan semua badan gue yang gemeteran dan menyeka air mata yang udah nggak kehitung lagi jumlahnya. Diam sejenak. "Kalo lo mau jawaban dari gue, gue nggak bisa jawab. DAN GUE NGGAK BISA MILIH" Ucap gue dengan penuh penekanan. ®2019

More details
WpActionLinkContent Guidelines