RINTIS

RINTIS

  • WpView
    Reads 50
  • WpVote
    Votes 17
  • WpPart
    Parts 5
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Dec 16, 2021
Sejak awal, dimensi para spirit dari alam bawah dan dimensi manusia terpisah. Tidak ada catatan adanya roh atau arwah yang terdeteksi di dimensi manusia. Begitupun sebaliknya. Karena itu memang tidak mungkin terjadi. Tapi itu cerita lama. Dunia belum pernah sekacau ini, sebelum seseorang atau mungkin beberapa orang, membangun jembatan yang menghubungkan alam bawah dan dunia kita. Dunia manusia. Karena keegoisannya, hubungan antar-dimensi tidak lagi sesederhana sebelumnya. Jembatan itu menghubungkan dua dunia, mungkin lebih. Yang membuat kehidupan di masing-masing dunia itu berjalan bersisian. Beriringan di satu waktu, namun tidak saling berinteraksi karena masih ada dinding tipis yang menghalangi. Adalah Para Perintis. Sebutan bagi orang-orang yang berusaha melawan kehendak. Orang-orang yang terus mencari mereka yang tidak mungkin kembali. Bergabung bersama yang telah pergi, atau menuntun yang pergi agar bisa kembali. Orang-orang yang berusaha menghilangkan dinding pembatas dimensi.
All Rights Reserved
#3
minor-romance
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Lembah Arunika
  • CILEUNCANG (END)
  • Garis Singgung Dua Dimensi
  • SECRET DOOR (Versi Skenario)
  • GHOST BESIDE YOU (CATNIPZ) ✔️
  • Our Little Home || TXT
  • 𝔼𝕊𝕋𝔸𝔽𝔼𝕋 𝕋☠️𝕏𝕀ℂ [ Re-up. New version ]
  • Rumah Dan Teman? [END]

Dina hanya ingin lari sejenak. Dari rumah. Dari kampus. Dari masa lalu yang tak pernah benar-benar ia tinggalkan. Maka ia mengajak empat temannya-Bagas, Ayu, Raka, dan Tari-untuk mendaki Gunung Mahesara, gunung yang katanya penuh legenda, namun jarang tersentuh wisatawan. Lima remaja dari latar dan budaya berbeda, menyatu dalam perjalanan menuju puncak. Awalnya, ini hanyalah perjalanan tentang alam, peluh, dan keheningan hutan. Namun segalanya berubah ketika mereka menemukan sebuah percabangan jalur: satu jalur resmi, satu lagi tertutup semak dan larangan. Dari sinilah semuanya bermula. Kabut turun. Kompas tak lagi bekerja. Hutan mulai berbicara. Mereka tersesat di tempat yang tak ada dalam logika-Lembah Arunika, dunia tersembunyi yang hanya muncul bagi mereka yang memikul beban tergelap. Di lembah itu, sihir bukan dongeng. Makhluk gaib dari mitologi lokal bukan sekadar cerita rakyat. Mereka nyata. Hidup. Dan menjaga keseimbangan dunia yang mulai retak. Kelima sahabat ini harus menghadapi rintangan demi rintangan-bukan hanya melawan kekuatan jahat yang mengancam lembah, tetapi juga menghadapi sisi tergelap dalam diri mereka masing-masing: kemarahan, penyesalan, ketakutan, dan kesalahan yang tak pernah mereka maafkan. Dalam perjalanan yang penuh luka dan kehilangan, mereka mulai bertanya: Apakah lembah ini benar-benar dunia lain-atau justru cermin dari hati yang terluka dan ingin disembuhkan? Dan di tengah kabut yang tak kunjung sirna, satu pertanyaan terus bergema: Apakah mereka akan menemukan jalan keluar-atau justru menjadi bagian dari lembah itu selamanya?

More details
WpActionLinkContent Guidelines