just atumn

just atumn

  • WpView
    Reads 8
  • WpVote
    Votes 3
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Nov 30, 2021
WpInfo
Fiction
Fantasy
Sunyi melingkupi ruangan yang tak begitu terang, bergantung lampu tidur yang remang, sebuah kertas dan mesin ketik saling bertaut bertulis kisah setelah hujan berlalu. Tumpukan kertas berjajar rapi di meja kayu berhias tanaman musim dingin yang telah layu, nafasku berat seolah aku ingin berkata "kapan ini akan usai?" meminum segelas teh hangat dengan asap yang masih menguap diatasnya dan selimut yang melingkupi tubuhku adalah pilihan yang tepat setelah hujan berlalu. "ah apa yang aku harapkan setelah hujan berlalu?" Begitu keluhku, ketika meilhat tumpukan kertas yang tak kunjung usai, ku minum teh panas, membuang lelahnya hari yang berlalu bersama kepulan asap panas teh di kerongkonganku. Malam dingin diselimuti kehangatan, cahaya lampu kota masih menunjukan eksistensinya pukul tengah malam. Namun ada sesuatu yang hilang, entah beberapa kali aku mencari, aku seperti kehilangan sesuatu ketika menatap ribuan lampu yang berpijar di luar sana. jantungku berdegup kencang setiap saat. Mungkin, apakah ini yang namanya rindu?, atau aku hanya kesepian?. Kepalaku tertoreh melihat kembali mesin ketik yang terbaring di kasur, dan inilah ketikan kisah ribuan mimpi yang tak kunjung berakhir di bulan april, dengan cerita bertajuk... just autumn
All Rights Reserved
#283
fiksiilmiah
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Arunika
  • Printemps
  • UNDERTOW || Babymonster-HIATUS
  • Lonely Tomorrow
  • I Love You, But ... ✓
  • Sirna | Park Sungjin AU
  • Aksara Lingga
Arunika

[COMPLETED] "Kita nggak tau kedepannya bagaimana hubungan ini. Meskipun sekarang aku belum cinta, tapi aku nggak mau ada orang ketiga." begitu ucap Narendra yang begitu nyata sampaikan perasaannya di hari pertama setelah kami resmi menjadi suami-istri berkat perjodohan yang dicanangkan oleh kedua pihak keluarga kami. Aku hanya mengangguk bak anjing yang patuh pada tuannya. Kubiarkan Narendra menjadi nahkoda di perjalanan yang tiada tepi ini. "Aku udah post foto nikahan kita di sosial mediaku, tapi maaf ya, aku unggahnya yang kita nggak hadap kamera. Biar temen-temenku yang nggak diundang ke nikahan kita tau aja kalau sekarang aku udah beristri. Tapi istriku siapa yaa mereka nggak perlu tau." aku hanya manggut-manggut, walaupun dalam hati merasa bahwa kehadiranku tak begitu diinginkan Narendra saat itu di bulan pertama kami resmi menjadi suami-istri.

More details
WpActionLinkContent Guidelines