Segenggam Rasa

Segenggam Rasa

  • WpView
    Reads 20
  • WpVote
    Votes 6
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Nov 7, 2021
WpInfo
Fiction
Romance
gadis lucu itu berjalan menelusuri trotoar jalan. Matahari hendak menenggelamkan seluruh badannya. Seorang pria tampan datang dan menggenggam tangan mungil si gadis. Membuat gadis menoleh. "ngapain pegang pegang, bukan muhrim kali" sungut gadis lucu itu. "kalo gitu aku siap jadi mahram mu dahulu" sang pria terkekeh pelan. "Lepas nggak" "nggak akan, bahkan sampai matahari terbit dari barat" " lepas" "nggak" "GOBLOK BANGET JADI PACAR" "Eits mulutnya dijaga sayang, atau aku yang bakalan tutup mulut manismu itu" "serah dah capek" "sini peluk dulu" si pria tersenyum tipis, memaklumi tingkah moody gadisnya saat ini. Gadis itu tidak melawan malahan dia menjatuhkan bertetes tetes air mata. Si pria menepuk nepuk pelan punggungnya dan mengecup puncak kepalanya penuh sayang. "makanya kalau ada masalah cerita jangan malah marah marah gini. Dasar kelinci berhati kancil" sindir si pria "masalahnya adalah kamu" sergah gadis kesal. "hah capek ngladenin kamu" "aku lebih capek" "iishhh" pria itu mencubit pipi gadisnya gemas serta menahan kesal. ♡♡♡♡♡ penasaran??? ayo langsung baca saja .
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • GAIRAH CINTA HOT DUDA (TAMAT)
  • Viona Allexa Miller
  • Maria Broken Heart To My Love(Slow Update)
  • LEOLA
  • Sweet Combat
  • TER GaJe (TAMAT)
  • DIKANESHA
  • ON SIGHT (Completed)

"Iya sih, enggak penting juga. Enggak ada hubungan juga sama gue, cukup tahu aja," Mince mengambil tisu lalu mengusap air mata dan terkekeh. Ia hanyalah sebagian keryawan kecil di sini. "Udah jangan sedih lagi, nanti nyokap lo tambah sedih liat lo kayak gini," "Iya sih," "Makan yuk, udah jam 12 nih, gue laper," Dina menenangkan Mince. Mince menarik nafas menatap form form yang ada di atas meja, "Tapi kerjaan gue banyak," "Udahlah dikerjain nanti aja, lo harus makan dulu biar kuat," "Kuat ngapain?," "Kuat bercinta," timpal Dina. "Itu sih lo, bukan gue," Seketika Dina tertawa ia melirik Mince berdiri di sampingnya, "Bercinta itu asyik tau," "Ya asyiklah, kalau enggak asyik orang enggak mungkin bela-belain bulan madu sampai ke ujung dunia demi buat anak banyak-banyak," ucap Mince asal, melangkah keluar dari office. "Emang lo pernah ngerasain?," "Enggak," "Nanti kalau udah punya pacar dicoba aja," "Ogah," "Enak tau," "Ih apaan sih lo," "Gue pernah coba sama pacar gue, rasanya enak," "Ih ...," "Makanya cari cowok, biar bisa enak-enak," "Ih Dina !, lo apa-apaan sih cerita ginian," "Biar lo tau lah," "Asemmm," Tawa Dina kembali pecah, mereka berjalan menuju EDR. Ia senang melihat Mince kembali tertawa. Ia tahu bahwa wanita cantik ini begitu menyayangi ibunya lebih dari apapun. Sehingga rela menjual barang berharga miliknya demi pengobatan sang bunda. Ia sengaja berbicara seperti ini demi melihat tawa Mince.

More details
WpActionLinkContent Guidelines