hey yo !

hey yo !

  • WpView
    Reads 0
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Nov 7, 2021
azia gadis muda yg penuh tingkah dan gadis yang ceria , kehidupan yang penuh drama remaja dengan sang kekasih pembalap populer tapi di jungkir balik kan oleh pria dewasa yang berprofesi guru khsus di sekolahnya, kehidupan yang penuh aturan di berikan oleh alkan pria dewasa yang memiliki sejuta pesona Kehidupan bagai pelangi hancur oleh berbagai hal baru yang datang bertubi tubi membuatnya kehilangan harapan azia arunika putri " hidupku hancur hanya dalam sedetik menatap mu " alkan aseta aldian " menangislah jika semua tengah tidak baik, aku hanya untukmu" ario satga " maaf kepercayaanku sudah terkikis oleh waktu yang monoton untuk di jalin "
All Rights Reserved
#993
guru
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Juan [REVISI]
  • GRIZELLE [Completed]
  • relationship syllaa
  • SOLITUDES
  • Life or Love? [Completed]
  • ARKALYA (END)
  • ARDHANI [ On-going ]
  • RUMAH SINGGAH
  • BEFORE YOU GO

Ini bukan kisah romansa dimana si pangeran sekolah jatuh cinta dengan primadona sekolah, bukan pula kisah si badboy yang jatuh cinta dengan seorang gadis polos, apalagi kisah si tukang bully yang jatuh cinta dengan korbannya. Sekali lagi ku ingatkan, ini bukanlah kisah romansa remaja masa kini. Kisah ini hanyalah perjalanan hidup seorang remaja dalam menjalani hidupnya. Ini kisah seorang remaja yang mencoba bertahan di tengah kerasnya dunia, dimana ketidakadilan benar-benar nyata. Cerita ini penuh dengan diskriminasi terhadap ia yang tidak 'sempurna'. Tentang mereka yang terjebak dalam nerakanya dunia. Tentang segala luka dan tangisan yang teredam. Tentang ketidakadilan yang ia rasa, sebab keadilan hanya milik mereka yang 'berpunya'. Kisahnya tidak berhenti di sana, sebab masih banyak luka yang akan ia rasa. Mereka yang ia harapkan dapat menyembuhkan luka, nyatanya hanyalah pemberi luka paling banyak. Ia hanya berharap hadirnya dapat diberi kasih, tapi bagaimana bisa jika hadirnya saja tak pernah diharapkan. Karena ia adalah hadir yang membawa luka. Jangan pikir bahwa ia tak pernah melawan, karena nyatanya, ia akan selalu melawan meski perlawanannya tak pernah membuahkan hasil. Sebab keadilan bukanlah miliknya. Memangnya apa yang bisa diharapkan di dunia ini? Jika memang masih ingin bertahan, maka jangan terlalu berharap kepada seseorang.

More details
WpActionLinkContent Guidelines