Mas Crush
  • WpView
    Reads 87
  • WpVote
    Votes 7
  • WpPart
    Parts 5
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Dec 24, 2021
Ketika cinta pada pandangan pertama kepada Mas Crush. Membuat dia tergila gila akan sosok lelaki tampan yang memakai bandana basket dengan keringat yang terus mengucur, membuat pesona nya berkali kali lipat. Di tempat tribun, satu sosok perempuan menatap lelaki yang sedang menggiring bola basket pada ring lawan, dengan perasaan yang tidak bisa di jabarkan. _______ "Dia ganteng ya!" "gue gak munafik, tapi emang iya." "gue mau coba deketin," dengan senyum sumringah nya, gadis itu menatap sahabatnya dari samping, tatapan penuh makna. "Gue gak yakin Lo, bisa!" ragu sahabatnya. gadis itu mendelik tak suka. "jangan meragukan gue kawan! gue adalah suhu nya" ___________ "Kak, ini aku bawain minum." lelaki yang penuh keringat di tubuh nya itu melirik sebentar gadis yang menyodorkan sebuah botol minum. "Gak usah makasih." "Tapi, Kak. ini aku beli langsung dari gunung nya, pasti bakal seger. biar tubuh kakak juga makin sehat," cengiran imut ia perlihatkan. "Gak.usah.makasih." "kak, Kok di tolak sih? ini beneran dari gunung nya, kakak kan lagi kepanasan jadi di bawain langsung dari gunung nya." "Cewek aneh, pergi Lo!" START = 10 Desember. FINISH = -----
All Rights Reserved
#491
virtual
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • F A K E ? [End]
  • ALVISA  [TAHAP REVISI]
  • THE CLIMB [Completed]
  • ALEAGAS [END]
  • ICE BOY (SUDAH TERBIT)
  • ALYA (END)
  • Sosiologi Cinta (TAMAT)
  • No Longer Mate
  • My Senior is My Coldest BoyFriend [Chapter 1 Completed+ Revisi]
  • Melody Arthadiesa

[Follow sebelum baca] "Kamu dimana?" Rheva menatap lurus ke depan tepat dimana sepasang remaja saling bermesraan. "Aku di rumah, sayang" jawab seseorang di sebrang sana yang tidak lain ialah Alvaro sambil mengelus puncak kepala seseorang yang bersandar di bahunya. Yang tidak lain, ialah Agatha. Rheva tersenyum kecut dan berusaha menahan air matanya. "Madep belakang coba" Alvaro menyernyit bingung namun tak urung mengikuti perkataan Rheva dari sambungan teleponnya. Alvaro memalingkan wajahnya dan menghadap ke belakang setelah menyuruh Agatha untuk duduk tegap kembali. Alvaro terpaku saat melihat Rheva berdiri tidak jauh di depannya. Memutuskan sambungan telepon sepihak, Rheva langsung bergegas pergi saat Alvaro masih mematung di tempat. Begitu pun juga dengan sosok perempuan yang tadi bersama dan bermesraan dengan Alvaro. Alvaro masih terpaku di tempatnya karena tidak menyangka akan bertemu dengan Rheva di sini. Ah, lebih tepatnya dia ketahuan berbohong karena lebih memilih berjalan dengan Agatha dan mengingkari janjinya dengan Rheva. Saat ia ingin menyusul Rheva, sebelah tangannya di tahan oleh Agatha yang diam-diam tersenyum senang dalam hati saat melihat kedua mata Rheva berkaca-kaca tadi. "Mau kemana?" "Aku harus nyusul Rheva, Tha. Aku nggak mau dia berpikir yang engga-engga" "Kamu mau nyusul dia, dan ninggalin aku sendiri di sini?" Alvaro mengacak rambutnya frustasi karena bingung ingin menyusul Rheva atau meninggalkan Agatha sendirian di sini. Yang penasaran, yuk langsung baca aja. Jangan lupa follow, vote, comment sama share ya! #rank 1 in Fakboi [30 - 09 - 2021] #rank 1 in Umum [23 -10 - 2021] #rank 1 in Umum [30 -10 - 2021] #rank 1 in Fakboi [08 -11 - 2021] #rank 1 in Umum [11 - 11 - 2021 - 30 - 11 - 2021] #rank 1 in School [08 -12 - 2021] #rank 1 in Sahabat [18 - 12 - 2021] #rank 1 in Fakboy [12 - 01 - 2022] #rank 1 in Nangis [01 - 02 - 2022] #rank 2 in Friendship [12 - 03 - 2022] #rank 1 in Friendship [13 - 03 - 2022]

More details
WpActionLinkContent Guidelines