Tidak Rapuh Hanya Saja Badainya Begitu Riuh

Tidak Rapuh Hanya Saja Badainya Begitu Riuh

  • WpView
    Reads 182
  • WpVote
    Votes 23
  • WpPart
    Parts 6
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Feb 27, 2023
WpInfo
Fiction
Social Themes
Aku pikir kisahku telah selesai. Ternyata masih ada episode yang harus ku mulai. Perihal Takdir aku tidak tahu. Namun, satu hal yang ku tahu, Allah akan selalu menyiapkan akhir cerita yang indah meski penuh luka dan air mata disetiap episode yang ku lalui. Skenario Allah memang tak bisa ku tebak bagaimana alurnya. Tentang hidup yang harus terus melangkah walau sebenarnya ingin saja menyerah. Tentang kisah yang hanya sebatas pernah. Tentang cacian yang menjadi ancaman. Tentang penilaian orang yang merasa dirinya paling hebat, hingga merendahkanku dengan sangat. Aku tidak rapuh, hanya saja badainya begitu riuh. Rasanya semua begitu sulit aku tempuh.
All Rights Reserved
#263
berusaha
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Lembar Terakhir Surat Untuk Dika
  • Secret Love Story "Unspeakable Love" (Complete)
  • Dear Bidadari Ku ✔
  • Truth After Love, Kiara and Zaki (Tamat)
  • Setia Di Hati (Selesai)
  • Di Balik Niqab [TERBIT]
  • Saya Mencintaimu Karena Allah [Sudah Terbit]
  • Langit Pemisah【END】[Sudah terbit]
  • Ikhlasku Merelakanmu (END)

"Tentang hari ini Dik, seni mencintaimu harus ku akhiri dengan kesedihan dan kebahagiaan yang mendalam. Kau sudah menemukan kebahagiaan yang selama ini kau cari. Salut untukmu Mil, kamu perempuan hebat. Dan ku titipkan semua aksaraku padamu, sebagai bait kata yang menemukan penyair baru. Puisiku akan terus tumbuh, meski aku tak lagi dapat merangkainya" Kisahh ini bercerita tentang Anima, gadis cantik asal Solo yang sedang dalam tahap berhijrah. Ia bukan seorang pendosa. Namun, betapa susahnya istiqomah menjalani perintah Allah dan menjauhi larangan-Nya. Terlebih lagi, hal yang lebih sulit dialaminya ketika keimanannya diuji oleh hadirnya sosok Andika Ahmad Firdaus dalam hidupnya. Teman SMA yang sedang menjalani pendidikan TNI. Seseorang yang hanya bisa dirangkul dari jauh tanpa bisa menyentuhnya. Memeluknya dalam hati, mencintai sendirian. Iman yang kokoh bahkan sesekali tersungkur, membuatnya lelah dan selalu dalam keputus asaan. Hingga pada akhirnya, melepaskan adalah sebaik-baiknya bentuk mengikhlaskan. Sebab jatuh cinta adalah takdir, mencintai adalah pilihan. Dan Anima telah memilih untuk mencintai dengan cara yang paling menyakitkan. "Akan ku kantongi kegagalanku hari ini. Tidak akan ku buang. Nanti akan ku lihat kembali ketika kemenangan sudah menghampiri." Hatiku yang berkata. Rancu. Setiap hari selalu rasa letih yang ku rasakan. Entah apa yang membuat aku setegar itu sampai saat ini. Hanya iman yang kumiliki. Ini adalah kisah muslimah yang merangkak menemui Tuhannya dalam cinta yang tak seharusnya.

More details
WpActionLinkContent Guidelines