Hidup Ghea seharusnya sederhana.
Ia hanya ingin bekerja, menabung, lalu pulang membawa sedikit kebahagiaan untuk neneknya.
Tapi malam itu mengubah segalanya. Dari seorang lelaki asing yang menelpon hanya untuk meredakan lelah, Ghea justru pulang dengan rahasia yang tak pernah ia bayangkan: janin dalam rahimnya.
Dunia seolah runtuh di depan mata.
"Apa kata orang?"
"Siapa yang akan percaya?"
Stigma perempuan yang hamil duluan menghantuinya: dicap murahan, dianggap tak tahu malu, seolah ia sendiri yang harus menanggung semua dosa. Pertanyaan-pertanyaan itu mengejarnya, membuatnya nyaris percaya bahwa hidupnya memang telah berakhir.
Namun, tak semua cerita perempuan berakhir dengan penguguran.
Tak semua lelaki memilih lari.
Dalam diam, lelaki itu justru ada-terus menopang dari jauh, menyiapkan beban yang mungkin seharusnya dipikul berdua.
Dan di tengah ketakutannya, Ghea perlahan sadar:
janin yang tumbuh di rahimnya bukanlah aib, melainkan tanda bahwa hidup memberinya cinta sekaligus alasan untuk terus bertahan.
As a bumil adalah kisah tentang melawan stigma, tentang keberanian seorang perempuan mempertahankan kehidupan dalam dirinya, dan tentang cinta yang datang di tempat yang paling tak disangka-serta tentang seorang anak, yang hadir dari kesalahan, namun menjadi cahaya sekaligus pelajaran berharga yang membuat ibunya memilih bertahan.
All Rights Reserved