Story cover for Playlist by wanodyalaksmi
Playlist
  • WpView
    Reads 214
  • WpVote
    Votes 2
  • WpPart
    Parts 1
  • WpView
    Reads 214
  • WpVote
    Votes 2
  • WpPart
    Parts 1
Ongoing, First published Nov 08, 2021
Mature
Martini, hujan dan sepasang mata hijau, serta segelintir manusia penuh luka lainnya.

Soraya melupakan ingatannya tentang tiga tahun lalu. Sengaja. Supaya ingatan tentang Mami tak terlalu menyeramkan. Jati diri yang sebenarnya? Soraya hampir melupakannya. Los Angeles dan Ocala, Soraya tak ingin membicarakannya.

Jun mengunci ingatannya tentang Miami, martini, dan sepasang mata hijau.

Sampai di titik ini saat dia kembali menemukannya, manik mata hijau jade. Orang yang sama, namun gaya bicara yang berbeda, mata yang berbeda, dan sorot sendu yang tak lagi sama.

Nyatanya yang terluka masih tetap sama. Berlaripun tak lagi melegakan. Mengikat tali memperkuat rantai. Menyesakkan.

Maaf.

Terimakasih.

Mari bertemu saat kita dalam kondisi baik.



-

Dedicated to:
Us who are struggling in the line. Let's get out of that space.
All Rights Reserved
Sign up to add Playlist to your library and receive updates
or
Content Guidelines
You may also like
I'm Not the Protagonist (Completed) by yooandmii
69 parts Complete Mature
Dahyun sangat bersemangat membaca novel yang dia temukan di rumah kosong. Bukan hanya ceritanya yang seru, tapi karena nama dua karakter dalam novel tersebut. Im Jeongyeon dan Lee Dahyun. Namun dia tiba-tiba kehilangan minat setelah mengetahui bahwa dua karakter itu mati dengan mengenaskan di tangan protagonis. Dahyun menutup novel itu dan melihat ke arah Jeongyeon yang sedang sibuk dengan laptopnya. Dia tiba-tiba menjadi tertarik dan bertanya, "Hei, Jeong. Jika itu kau, bagaimana kau akan mengubah nasib tragismu?" Jeongyeon melirik Dahyun dan berkata, "Tidak pernah berhubungan dengan wanita itu." Dahyun tertawa terbahak-bahak, merasa bahwa ini adalah sesuatu yang bisa dilakukan Jeongyeon. Dia melambaikan tangannya dan berkata, "Jika itu aku, aku akan langsung menemuinya untuk meminta maaf dan bersujud di kakinya. Jika cara ini masih tidak berhasil, aku hanya bisa makan dan menunggu untuk mati." Jeongyeon tertawa dan kepalanya yang tegang mulai mengendur, "Kau benar-benar konyol. Mana mungkin kita bisa masuk ke dalam novel dan berpakaian seperti umpan meriam. Itu hanya omong kosong." Itulah hal terakhir yang di dengar Dahyun dari mulut Jeongyeon sebelum dia pergi ke kamar untuk beristirahat. Namun siapa sangka, begitu dia membuka matanya, Jeongyeon menemukan dirinya berada di tempat asing. Bahkan dia terbangun dengan posisi sedang membungkuk di atas seorang wanita, meraih sepasang pergelangan tangan ramping dengan tangan kanannya dan menarik tali jubah mandi dengan tangan kirinya. "Im Jeongyeon!! Tiba-tiba suara dingin terdengar di telinganya. Jeongyeon mengangkat kepalanya dan menemukan mata rubah yang dingin dan tajam. Wanita itu menatap dengan marah. "......" "Ayo kita bercerai!" Sial! Apa dia benar-benar masuk ke dalam novel?!
You may also like
Slide 1 of 8
Wish You Were Here • JJK × KDH ✔ cover
Stuck • Renjun x Mina ✔ cover
New TOY~jr.  cover
I'm Not the Protagonist (Completed) cover
Silence Is Love cover
Your Love [Completed] ✅ cover
7 Complicated Story  cover
Get It || Yuta x Momo cover

Wish You Were Here • JJK × KDH ✔

41 parts Complete

Sebenarnya cinta itu tak serumit seperti yang banyak orang katakan. Bukan cintanya, namun subjeknyalah yang memperumitnya sendiri. Asal mau saling memahami pasti semua akan berjalan dengan baik. Tapi, bagaimana jika kedua pihak sama-sama belum yakin akan perasaannya sendiri? Seakan tak merasa memiliki urusan untuk sulit-sulit memperjuangkan perasaannya. Karna belum ada kepastian juga dari keduanya. Semuanya, menggantung. Berawal dari satu masalah, namun mereka justru menyepelekan satu hal sederhana yang biasa disebut dengan istilah 'komunikasi'. Keduanya justru membiarkan rasa bersalah, ego, serta gengsi untuk memenangkan perannya. Syukurlah, semua permasalahan yang turut hadir hanya merenggangkan jarak di antara mereka, tapi tidak dengan perasaannya.