semicolon [ HIATUS ]

semicolon [ HIATUS ]

  • WpView
    Reads 422
  • WpVote
    Votes 143
  • WpPart
    Parts 16
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Jan 11, 2022
[FOLOW DULU BARU BACA!] Tentang Alya Lasmaya. Gadis penderita claustropobhia dimana ia takut akan ruang sempit dan gelap. Menjadi korban bullying sudah biasa ia dapatkan terlebih dari seudara kembarnya sendiri. Hingga takdir mempertemukannya dengan Alvian. Sosok laki-laki yang nyatanya juga ikut memberi luka baru padanya. Akankah ada secercah harapan seperti lambang semicolon. Atau hanya ada harapan semu yang tak berujung?
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • ALYA
  • Kakak Tingkat ✔ [COMPLETED]
  • AKSAFA (End)
  • FRIEND WITH BENEFIT 21+ [SELESAI]
  • HILANG [Segera Terbit]
  • Bulan Retak di Langit Senja
  • Air Mata Elara
  • Language Of The Heart (ON GOING)
  • pelukan saat hujan
ALYA

Alya melangkah menuju sekolah dengan langkah pelan. Jalanan pagi itu sepi, hanya suara burung berkicau yang menemani. Biasanya, ia akan berangkat lebih awal untuk membaca buku di perpustakaan, tapi hari ini hatinya terasa berat. Sesampainya di sekolah, suasana berbeda jauh dari rumahnya. Di sini, Alya bukanlah anak yang diabaikan. Ia dikenal sebagai murid berprestasi, ketua klub sains, dan siswa yang sering membawa nama sekolah ke ajang perlombaan. Teman-teman dan guru-guru menghormatinya. Saat ia memasuki kelas, seorang temannya, Dinda, langsung menghampirinya. "Alya! Kamu udah siap buat ujian hari ini? Kayaknya ini bakal susah banget!" kata Dinda panik. Alya tersenyum kecil. "Aku sudah belajar semalam. Semoga saja bisa mengerjakan dengan baik." Dinda menghela napas. "Duh, enak banget jadi kamu. Pinter, rajin, selalu menang lomba. Orang tuamu pasti bangga banget, ya!" Ucapan itu membuat senyum Alya menegang. Ia tidak tahu harus menjawab apa. Haruskah ia mengatakan yang sebenarnya? Bahwa tidak peduli berapa banyak piala yang ia menangkan, orang tuanya tidak pernah benar-benar peduli? Alya hanya tertawa kecil. "Iya, semoga saja." Gmn kelanjutan nya? Langsung baca aj yaa See you, semoga suka sama ceritanya >_- Dilarang keras plagiat karya gw⚠️

More details
WpActionLinkContent Guidelines