Seseorang di Persimpangan

Seseorang di Persimpangan

  • WpView
    Membaca 122
  • WpVote
    Vote 4
  • WpPart
    Bab 19
WpMetadataReadDewasaBersambung
WpMetadataNoticePublikasi terakhir Sen, Jan 10, 2022
Di atas panggung aku adalah diva. Semua orang menatap penuh kekaguman ketika aku memainkan lagu dengan biolaku. Mereka bertepuk tangan, menyalamiku, dan melontarkan banyak pujian. Di belakang panggung, aku menyimpan rahasia. Rahasia yang mampu mengubah pujian dan kekaguman itu menjadi cibiran. Jika mereka tahu siapa aku. Ibu memanggilku Louisa, namun aku lebih senang dipanggil Loui. Ibu menyebutku perempuan, namun semakin dewasa, aku semakin meragukan itu. Tubuhku tak bertumbuh layaknya perempuan normal. Dan aku mulai jatuh cinta pada sahabatku sendiri. Hingga akhirnya aku sadar, aku seorang Ambigu.
Seluruh Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang
Bergabunglah dengan komunitas bercerita terbesarDapatkan rekomendasi cerita yang dipersonalisasi, simpan cerita favoritmu ke perpustakaan, dan berikan komentar serta vote untuk membangun komunitasmu.
Illustration

anda mungkin juga menyukai

  • Taken Slowly
  • PHOBIA(Comeback)-TAMAT
  • Friendzone | END |
  • Cinta Luna Dan Suga
  • Friendzone
  • Just Hug Me, please! ✔
  • It's True Love With Ketos
  • Pal In Love
  • 🎀Sahabat Jadi Cinta🎀
  • LEA & TRIA

MAUVE Diawali dengan jatuh cinta pada pandangan pertama. Di atas bus pada suatu sore sepulang latihan tari. Aneh rasanya, gue yang suka nge-cover dance K-Pop di media sosial dan cuma buka buku pelajaran kalau besok ada ujian, naksir cowok yang selalu peringkat satu di kelas dan hobinya adalah belajar. Tapi, cinta emang kayak gitu, 'kan? Memunculkan hal-hal baru yang lo enggak tahu ada di diri lo. MILO Jatuh cinta sama sahabat sendiri dan ketahuan? Dan, demi menyelamatkan muka, mau-mau aja diajak pura-pura pacaran sama teman sekelas yang terang-terangan naksir elo? Yap, tepat itulah yang gue lakukan. Kesalahan besar karena hidup gue yang tenang jadi berisik seketika. Cewek satu itu begonya enggak nanggung-nanggung dan mulutnya enggak pernah berhenti ngomong. Yang ada di otaknya cuma nari dan malas-malasan. Kemudian, pada satu titik, mendadak aja kehadirannya bikin gue terbiasa.

Detail lengkap
WpActionLinkPanduan Muatan