Pria Itu Imamku?!

Pria Itu Imamku?!

  • WpView
    Reads 3,254
  • WpVote
    Votes 276
  • WpPart
    Parts 15
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Apr 9, 2022
Vote Dulu Sebelum Bacaa!! :) Jangan lupa Follow akun kuu.. . . . . Berawal dari sebuah keteledoran seorang laki-laki yang berniat untuk menolong seorang gadis, tapi justru menyebabkan si gadis celaka. Niat awal ingin menolong tapi justru mencelakai, namun beruntung nya laki-laki tersebut adalah seorang yang bertanggung jawab. Dan kejadian diatas menjadi awal mula pertemuan mereka, berawal dari sebuah kecelakaan berakhir dengan pernikahan yang tak terduga. ~¤~¤~¤~¤~¤~¤~¤~¤~¤~¤~ "Jadi lo yang nendang tuh preman sampe akhirnya dia nyusruk terus berakhir dengan nusuk gue?!" Nata hanya menunduk, "Iya... S-saya bener-bener minta maaf sama kamu, gara-gara saya kamu jadi ketusuk pisau sama preman itu". Kensha tersenyum, "Emm, iya.. udah gw maafin kok, lagian semua itu kan kecelakaan, musibah. Gw juga minta maaf karna tadi sempet nge-gas, soalnya gw juga kaget" Kensha terkekeh diakhir kalimatnya karena wajah Nata terlihat seperti anak kecil yang takut dimarahi ibunya karena ketahuan ngompol. Nata langsung mengangkat kepala nya dan tersenyum lebar, sangat lebar. "Ya Allah makasih.. Kamu baik banget sih jadi orang!" Sorak Nata lebay. Tiba-tiba Kensha melotot dan kaku. Kenapa? Karena tiba-tiba Nata memeluk nya. "Woy lepasin!" Kata Kensha dengan susah payah, karena Nata memeluknya sangat erat. Nata refleks melepaskan pelukan dan sedikit menjauh. "M-maaf" 'Gue ngapain woy tadiii!!' Suara hati Nata menjerit. Pengen tau kisah mereka? Yuk baca yuk! Ini Adalah Cerita Pertamaku.. Konflik nya ringan, karna aku gak terlalu suka konflik. Cerita ini murni hasil pemikiran ku sendiri, kalo ada Nama tokoh, atau alur yg mungkin mirip mohon maaf, karena aku sama sekali tidak ada meng copy-paste cerita manapun. Terima kasih...🤗
All Rights Reserved
#334
anakkuliahan
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • 𝙄𝙧𝙧𝙚𝙥𝙡𝙖𝙘𝙚𝙖𝙗𝙡𝙚 - Sehun x Yoona ✔️
  •  ALZERA (On Going)
  • Prema Sutram [Completed✔️]
  • syanin
  • this is me
  • Sacrifice Of Love (Evan END) SUDAH TERBIT
  • Accidental' (END)
  • My Sweet Polar Husband [End]
  • Heart Attack

‼️F I K S I‼️ 𝙄𝙧𝙧𝙚𝙥𝙡𝙖𝙘𝙚𝙖𝙗𝙡𝙚 (adj) : tak tergantikan 🍀🍀🍀🍀🍀 "Buat Kakak," ucap seorang wanita muda mengeluarkan sebuah amplop putih yang tercantum nama sebuah rumah sakit. "Buat aku? Rumah sakit? Kamu sakit?" tanyanya yang dibalas gelengan kepala oleh sang kekasih. Angkasa mengernyitkan keningnya, tangannya meraih amplop tersebut dan membukanya. Seketika wajahnya berubah pias seolah darah direnggut paksa dari wajahnya hingga membuat pucat sempurna seiring iris kembar legamnya menelusuri deretan kata yang tertera diatas kertas putih tersebut. "Aku hamil, Kak. Kata dokter anak kembar dan umurnya sudah 3 minggu." Seiring kalimat itu terucap, nadanya merendah hampir tak terdengar kalau Angkasa tidak memberi fokus padanya. "Gimana bisa? Senja, kita baru ngelakuin itu sekali. Enggak mungkin langsung jadi. Senja, bilang sama aku. Ini bukan anak aku kan?!" "Bukan anak kamu? Kakak nuduh aku ngelakuin itu sama orang lain, iya?" "Gak mungkin. Keluargaku gak punya keturunan kembar. Gak mungkin itu anak aku, Senja! Bilang sama aku, siapa yang udah menghamili kamu?" Setetes air terjun bebas dari pelupuk mata. Hatinya terluka begitu dalam sebab kalimat yang terucap bagaikan belati yang menyayat setiap lapisan hatinya. Senja sama sekali tidak pernah menyangka jika kalimat itu terucap dari bibir pria yang kerap kali menyatakan besarnya cinta yang dimiliki untuknya. Lantas apa sekarang? Dimana rasa cinta yang selalu digaungkan di telinganya itu? Bahkan Senja mendadak kehabisan kata. Senja seperti tak mengenal sosok didepannya. Asing. "Gugurin. Kalau kamu masih cinta sama aku, gugurin. Aku bakalan tetap menerima kamu asal kamu gugurin kandungan kamu." Kalimat terakhir yang Senja dengar sebelum kaki jenjangnya membawa tubuhnya melangkah pergi dari hadapan pria yang dicintainya itu tanpa ada niatan menoleh sedikitpun ke belakang meninggalkan Angkasa yang masih diam seribu bahasa tanpa berniat mengejarnya.

More details
WpActionLinkContent Guidelines