Lukisan Kata dan Puisi Warna
8 parts Ongoing Lima tahun lalu, Sanya pergi tanpa sempat berpamitan, meninggalkan seseorang yang pernah menjadi bagian dari hari-harinya. Nadhif, sahabat kecil yang dulu selalu menulis puisi di sampingnya, kini adalah sosok yang asing-pendiam, dingin, dan seolah melupakan semua yang pernah mereka bagi.
Di masa kecil, mereka saling menginspirasi. Sanya menuangkan warna dalam kanvasnya, sementara Nadhif merangkai kata dalam puisinya. Ada tiga lukisan yang menjadi saksi kisah mereka, masing-masing menyimpan cerita yang tak pernah terucap. Kini, ketika takdir mempertemukan mereka kembali di bawah langit yang sama, Sanya berharap bisa mengembalikan warna dalam hidup Nadhif. Namun, mungkinkah sebuah hubungan yang pudar bisa kembali seperti sedia kala?
Di antara baris-baris puisi yang tersembunyi dan warna-warna yang perlahan memudar, Sanya dan Nadhif harus menemukan jawaban mereka sendiri:
Apakah kenangan cukup untuk menghidupkan kembali sesuatu yang pernah hilang?
.
.
.
❗WARNING❗
DILARANG PLAGIAT!! CERITA INI MURNI DARI PIKIRAN PENULIS. MOHON UNTUK SALING MENGHARGAI. TERIMAKASIH