Toxic girl Vs Pious boy

Toxic girl Vs Pious boy

  • WpView
    Reads 40
  • WpVote
    Votes 10
  • WpPart
    Parts 3
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Feb 13, 2022
Ini tentang Nara, sang RATU IBLIS cewe yang ditakuti disekolah karena sikapnya yang kasar, suka memalak, dan suka membully. Gadis itu masih kelas 10 tetapi berani membully kakak kelas angkatannya. Nara penguasa sekolah, oleh sebab itu dia tidak takut kepada siapapun. Dan ini juga tentang Alraksa, laki-laki alim yang selalu menyelamatkan orang-orang yang ditindas oleh gadis itu. Alraksa lelaki tampan, idaman para perempuan. Disaat semua orang takut dengan Nara, alraksa justru berani kepada gadis itu. Alraksa selalu sabar menghadapi gadis itu. Bagi dia Nara pasti punya alasan kenapa gadis itu bersikap demikian. Nara membenci Alraksa karena selalu menganggu ketenangan gadis itu. Bagi dia Alraksa merupakan laki-laki sok alim dan sok suci yang pernah ditemuinya. "Bisa gak sih lo, gausah sok jadi pahlawan?! Eneg gua tau gak!" "Nar, sholat yuk, biar gua jadi imam buat lo!" "Ngajakin gua? Dih ogah!" "Nar, lo mau kemana?" "Ke neraka!!" "Ke surga aja gimana?" "Ogah satu surga sama lo, bagusan gua ke neraka." "Nar, jangan bully orang lagi ya." "Gak bisa! Itu kesenangan buat gua!" "Disaat orang-orang gamau temanan sma lo, gua mau kok jadi teman lo, bahkan jadi pelindung buat lo. Asalkan lo berhenti nindas org lagi." "Percuma Al, gua ogah mau jadi teman lo!" Note: Terdapat kata-kata kasar yang mungkin sebagian tidak akan disukai pembaca.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Paradise
  • Askara Bradipta
  • Terima kasih Imajinasi [end]
  •  ANATHA
  • Semesta dan Lukanya [TERBIT]
  • KEPERGIAN SENJA
  • Juan [REVISI]
  • Family Line
  • KISAH KITA (END)
  • Because I'm Stupid (End)
Paradise

(SUDAH TERBIT) PESAN DI SHOPEE LOVELYMEDIA. "Lihat saudaramu yang lain! Mereka berprestasi! Tidak buat onar! Membanggakan orang tua!" Baginya yang terbiasa dibandingkan dengan saudara sendiri, mendengar perkataan itu tak lagi menimbulkan sakit meski sesekali menangis dalam diam. "Woi cupu! Beresin nih sekalian buang sampahnya. Awas aja lo masih bisa santai disini." "Orang kayak lo emang pantes dapet temen?" "Makanya gak usah belagu! Dasar babu!" Lambat laun perkataan mereka tak lagi berefek pada hatinya, apa ini? Apakah ini yang disebut mati rasa? Ternyata ... setelah mati rasa pun ia tetap merasakan pahit yang sulit dijelaskan. Mengapa begitu banyak orang yang membencinya? Apa salahnya? Di mana letak kekurangannya? "Urus diri lo sendiri!" "Dasar manja!" "Qi, urusan abang bukan cuma kamu. Jangan egois." Ah, begitu. Ternyata di mata ketiga saudaranya pun ia terlihat manja dan menyusahkan. Bagaimana ini? Hatinya kini sudah pecah berkeping-keping, ia tak lagi merasakan dirinya sendiri. Harapannya ... sungguh sederhana, semoga kelak Ayah dan ketiga saudaranya dapat kembali menyayanginya. Semoga masa SMA-nya bisa seindah cerita novel yang ia baca. Semoga keinginan itu dapat ia rasakan sebelum ajal menjemputnya dengan paksa. .... Warning: violence, harsh word, bullying, suicide, etc. All picture from pinterest.

More details
WpActionLinkContent Guidelines