CEES
  • WpView
    Reads 27
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Jan 6, 2022
"Tinggal Haedar yang tersisa. Renata, kamu satu kelompok bersama Haedar. Apa kamu keberatan, Renata?" Berawal dari satu kelompok dalam sebuah mata pelajaran lalu berlanjut dalam satu kelompok dalam sebuah lingkar pertemanan. Lalu berpisah karena mengejar impian masing-masing. Keduanya sama-sama memendam perasaan, namun tidak mampu saling menyatakan. 3 tahun kemudian, semesta mempertemukan keduanya kembali. Sesuatu yang pergi jika kembali tidak akan sama lagi, begitu kata-kata orang. Itu benar-benar terjadi. Mereka asing, kisah persahabatan mereka di masa lalu yang membuat banyak orang merasa iri, hanya bagaikan suatu kisah tak berharga. "Besok pernikahanmu, tapi aku orang terakhir yang mengetahuinya?" "Maaf, saya harap kamu datang. Saya pamit, calon saya sudah menunggu"
All Rights Reserved
#117
rere
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • BUNGA KEMBALI
  • F A T E |NA Jaemin|
  • FAKE NERD|| Hyuckren
  • Forever Home •hyuckren [Complete]
  • Baby Renjun ✓
  • Kisah Klasik Dua Bulan Terakhir
  • Maaf' (Revisi)
  • The Game
  • AMERTA : The Last Embrace
  • DiRafa [ Huang Renjun ] END

Mereka adalah saudara, mereka mencintai perempuan yang sama Malam itu, hujan turun dengan derasnya, membasahi jalanan yang sepi. Di balik jendela kamar yang temaram, seorang gadis duduk bersandar, matanya menatap kosong ke arah langit kelabu. Napasnya berat, pikirannya penuh. Hujan seakan mengerti perasaannya-dingin, gelisah, dan penuh ketidakpastian. Jauh di sudut kota, seorang pria berdiri di depan pintu apartemen, ragu untuk mengetuk. Tangannya mengepal, menggenggam sesuatu yang tak kasatmata-sebuah harapan, atau mungkin sekadar kenangan yang enggan ia lepaskan. Dulu, segalanya terasa sederhana. Kini, hanya ada jarak, kebisuan, dan perasaan yang tak lagi bisa mereka definisikan. Di tempat lain, seorang lelaki menatap bayangannya sendiri di cermin. Mata yang dulu penuh gairah kini menyimpan kehampaan. Cinta yang ia genggam dulu, kini terasa seperti pasir yang perlahan menghilang di antara jemarinya. Mereka bertiga, terikat oleh kisah yang tak pernah sederhana. Cinta, kehilangan, pengorbanan-semua bercampur menjadi satu dalam kisah ini. Dan malam ini, takdir mulai menuliskan babak terakhirnya.

More details
WpActionLinkContent Guidelines