LANGIT KITA TAK SAMA
Di tengah latar belakang sekolah perkotaan yang remang oleh senja, terlukis dua sosok yang saling berhadapan. Di sisi kiri, Syaira seorang gadis remaja dengan hijab sederhana dan seragam yang bersahaja menatap dengan tatapan lembut namun penuh harapan, seolah menyimpan rahasia kehidupan dan perjuangan. Di sisi kanan, Jandika muncul dengan aura pemberontakan; wajahnya tersembunyi sebagian di balik masker hitam yang selalu ia kenakan, namun matanya memancarkan ketegasan dan kehangatan yang sulit diuraikan. Di antara keduanya, bayang-bayang dan cahaya saling bertautan, melambangkan perbedaan yang menyatukan, harapan yang tumbuh di antara konflik, dan janji bahwa meski dunia mencoba memisahkan, cinta mereka tetap bersinar. Warna-warna lembut-biru senja, oranye keemasan, dan sentuhan abu-abu-menyatu untuk menciptakan nuansa puitis dan melankolis, menggambarkan kisah cinta yang penuh lika-liku namun indah.