REYALVEN

REYALVEN

  • WpView
    Reads 70
  • WpVote
    Votes 33
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Jul 27, 2022
"Maaf, maaf untuk segala-galanya" -Alvenda Bagaskara "Sulit, tapi gue berusaha untuk maafin lo. Orang yang pernah ngancurin hidup gue" -Freya davira ______________ Apa lo percaya akan adanya kelahiran kembali? Alvenda Bagaskara yang memiliki wajah menawan dan dapat membuat banyak gadis jatuh cinta dalam sekali pandang. Mendapatkan kematian yang tidak pernah dia harapkan. Namun dia terlahir kembali disaat usianya 18 tahun. Dalam kehidupan sebelumnya Alven masuk penjara karena jebakan temannya, yang juga membawa kehancuran bagi keluarganya. Di kehidupan ini dia berusaha untuk berubah menjadi orang yang berguna, Selain itu ia juga mencari identitas orang yang terlibat dalam kematiannya di kehidupan sebelumnya.
All Rights Reserved
#789
reinkarnasi
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • ALZEA : FEATURED SOULS
  • Antagonis yang Terbuang (END)
  • 𝐑𝐄𝐈𝐍𝐊𝐀𝐑𝐍𝐀𝐒𝐈 𝐁𝐄𝐑𝐒𝐀𝐌𝐀𝐌𝐔[ READY BOOK ]
  • Hilang
  • Dependency ✓ [Sudah Terbit]
  • Stay With Me
  • Dear Alex, Count Me In [END]
  • Become an Extra or Main Character [END]
  • Second Life Changes Everything
  • HALOALKANA

Algesa liar, berantakan, dan terlalu akrab dengan kehancuran. Zea cantik, tapi matanya menyimpan luka yang tak bisa dijelaskan. Orang-orang berkata hidup adalah soal pilihan. Tapi bagi Algesa Axeliano Ravanaugh, hidup hanyalah sisa napas dari keputusan orang lain. Ia tidak pernah meminta untuk dilahirkan, apalagi tumbuh besar di rumah yang dipenuhi darah, teriakan, dan kebohongan. Setiap langkah yang ia ambil adalah pelanggaran. Bocah pemberontak yang menantang dunia karena dunia lebih dulu menghancurkannya. Ia melawan. Melawan dunia yang telah merenggut Bundanya. Melawan ayah yang seharusnya sudah terkubur sejak lama. Malam itu, di jembatan tua yang dingin menusuk tulang, Algesa tidak mencari apa pun. Ia hanya ingin diam. Tapi justru di sana, dalam gelap yang lengang, ia menemukan sesuatu yang tak terduga, sepasang mata yang tak asing. Bukan karena ia mengenalnya. Tapi karena luka yang tersembunyi di balik sorotnya terasa terlalu akrab. Zea. Ia bukan gadis baru. Bukan pula gadis baik-baik. Tapi ada sesuatu dalam caranya berdiri, dalam diamnya yang membatu, yang membuat Algesa terus melangkah. Bukan karena ia cantik. Tapi karena ia rusak. Sama seperti dirinya. "Kenapa... lo nolongin gue?" tanyanya lirih, tubuhnya gemetar tak hanya karena dingin, tapi juga karena luka yang terlalu lama disimpan. Algesa menatapnya lama, diam tanpa ekspresi. Petir menyambar di kejauhan, memperjelas gurat tajam di wajahnya yang basah. Tapi kemudian sudut bibirnya terangkat, membentuk seringai kecil, dingin, ambigu, tapi entah mengapa terasa jujur. "Mungkin karena gue suka ngerusak hal-hal yang hampir rusak." ALZEA : 05. April. 2025 By : Rossa Ig : @rossaroxie @_chaterinee

More details
WpActionLinkContent Guidelines