Asteria
  • WpView
    Reads 39
  • WpVote
    Votes 12
  • WpPart
    Parts 4
WpMetadataReadComplete Tue, Jan 14, 2025
"Jangan pernah goyah, Carmelize. Angkat senjatamu dan junjunglah tinggi namaku." Ether tidak pernah suka saat Carmelize hanya memandang lurus ke depan. Ia terasa seperti boneka kosong yang hanya diisi nyawa; tanpa adanya pikiran maupun emosi. Dibarengi dengan bagaskara dan rembulan silih berganti, Ether ajari Carmelize bagaimana menjadi manusia, terkecuali perasaan sedih. Coretan di kanvas itu berlanjut tanpa adanya air mata. --- ☆ --- Sebagai raja tirani keji, Ether tidak membiarkan siapa pun di dekatnya tanpa dicurigai. Atas rasa was-was itu diciptakanlah seorang manusia buatan---homunculus---yang ia beri nama Carmelize sebagai pengawal pribadi. Tujuan Ether agar Carmelize senantiasa ada di genggamannya, tidak mengkhianatinya. Siapa sangka warna-warni kancah itu berbalik menyerangnya? Sebab Carmelize menaruh rasa kasihan pada rakyat jelata. Carmelize menyesal Ether tidak mengajarinya menangis. Ia tiada punya kesempatan mundur. Kedua burung phoenix bersamaan mengepakkan sayap, memamerkan kebesaran masing-masing di atas langit malam yang benderang. Kicauannya melalang buana, si merah mengambil rintihan neraka, si biru mengambil lantunan surga. Mengembara berdengung ke seluruh jagat raya. Cakar diacungkan, paruh dilekukkan, kepala ditundukkan. Keduanya siap mencacar habis hingga salah kepala dari mereka terpisah dari bangkainya .... --- di bawah bintang Asteria --- Catatan: merupakan novel pendek yang membentuk seperti cerpen. Telah tamat. Euforia mengandung fantasi bersiteru dengan romansa. Sampul: @Smile25_doll di twitter.
All Rights Reserved
#23
novelpendek
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Between Crown and Forest
  • Miracle of Life
  • Estar en Flor
  • Lime of Euphoria
  • Reinkarnasi Sang Antagonis (TERBIT)
  • Little Gelandangan and Her Daddy Werewolf
  • 3. Be His Prisoner [SUDAH TERBIT]
  • A Life Not Meant to Be [TERBIT]

Prolog Di balik kabut malam yang menggulung hutan Eldrane, suara langkah-langkah ringan memecah kesunyian. Di antara pepohonan tinggi dan bayangan gelap yang menari di bawah cahaya bulan, seorang gadis menunggang kudanya dengan busur tergantung di punggung dan mata setajam anak panah yang ia bidik. Ia adalah Aleeqa, putri Kerajaan Caelwyn bukan putri biasa yang duduk di menara, melainkan seorang pemburu ulung yang lebih mengenal desir angin daripada bisikan istana. Tapi malam itu berbeda. Aleeqa tidak sendirian di hutan. Dari semak belukar dan keheningan yang lebih tua dari waktu, sepasang mata kuning keemasan mengawasinya. Bukan milik binatang biasa, tapi milik seseorang atau sesuatu yang sudah lama hidup di antara bayangan: Vaughn. Seorang manusia serigala yang memendam rahasia lebih kelam dari hutan itu sendiri. Ia telah menyaksikan perburuan manusia, pengkhianatan darah, dan dinginnya kesunyian abadi. Namun malam itu, ia melihat sesuatu yang lain. Sesuatu yang bahkan waktu tak bisa enyahkan: keberanian. Kecantikan. Dan cinta yang tak pernah ia duga akan datang dari pewaris takhta manusia. Aleeqa, tanpa ia sadari, telah membidikkan panahnya bukan ke jantung makhluk buas... tetapi ke hati yang telah lama kehilangan harapan. Di antara dunia manusia dan dunia kegelapan, kisah mereka dimulai. Sebuah kisah tentang cinta terlarang, rahasia yang tak terucapkan, dan takdir yang tak bisa dihindari.

More details
WpActionLinkContent Guidelines