DEFFERENCE (ON GOING)

DEFFERENCE (ON GOING)

  • WpView
    Reads 167
  • WpVote
    Votes 64
  • WpPart
    Parts 5
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Nov 27, 2021
WpInfo
Fiction
Romance
"Gue balik ya.." Zio melirik kearah elsa dan menunjuk dahi Elsa dengan kuat sampai terhuyung kebelakang. "Balas chat gue ca,se enggaknya Lo read jangan di diemin" lanjut Zio sambil memakai helm nya Berdecak kesal menampik telunjuk Zio dari dahinya "Maapin Eca soal yang tadi" ucap Elsa sambil menunduk "Gapapa ca... Gue yang duluan buat Lo kesal pas dikamar" jawab Zio sambil mengelus kepala Elsa lembut "Nanti gue telfon. Angkat ya?" Lanjut Zio "Heem" "Jangan heem heem ajaaa lo" jawab Zio mulai kesal dengan sahabat nya ini "Iya ah bawel sana pulang" Cup. "Gue pulang" Elsa melotot sendiri mendengar kecupan itu, Suara kecupan di dahi Elsa, di ikuti suara deruman motor zio yang sudah mulai menjauh. Elsa memukul kepala nya sendiri,menyadarkan dirinya dari alam bawah sadar bahwasanya itu hanya kecupan seorang sahabat. Sahabat tidak lebih. Yokkk mari kita pantau kelanjutan drama friendzone ini. Jangan lupa follow dan tinggalin jejak yah geng Love u all🤍
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Paradise
  • Arsyilazka
  • You Are My Medicine [END]
  • IPA & IPS
  • Sebatas Angan [END]
  • Two Sadistic Side (POST ULANG)
  • R I N D U
  • My Possessive Brother Affects
  • ALEAGAS [END]
  • Dear You
Paradise

(SUDAH TERBIT) PESAN DI SHOPEE LOVELYMEDIA. "Lihat saudaramu yang lain! Mereka berprestasi! Tidak buat onar! Membanggakan orang tua!" Baginya yang terbiasa dibandingkan dengan saudara sendiri, mendengar perkataan itu tak lagi menimbulkan sakit meski sesekali menangis dalam diam. "Woi cupu! Beresin nih sekalian buang sampahnya. Awas aja lo masih bisa santai disini." "Orang kayak lo emang pantes dapet temen?" "Makanya gak usah belagu! Dasar babu!" Lambat laun perkataan mereka tak lagi berefek pada hatinya, apa ini? Apakah ini yang disebut mati rasa? Ternyata ... setelah mati rasa pun ia tetap merasakan pahit yang sulit dijelaskan. Mengapa begitu banyak orang yang membencinya? Apa salahnya? Di mana letak kekurangannya? "Urus diri lo sendiri!" "Dasar manja!" "Qi, urusan abang bukan cuma kamu. Jangan egois." Ah, begitu. Ternyata di mata ketiga saudaranya pun ia terlihat manja dan menyusahkan. Bagaimana ini? Hatinya kini sudah pecah berkeping-keping, ia tak lagi merasakan dirinya sendiri. Harapannya ... sungguh sederhana, semoga kelak Ayah dan ketiga saudaranya dapat kembali menyayanginya. Semoga masa SMA-nya bisa seindah cerita novel yang ia baca. Semoga keinginan itu dapat ia rasakan sebelum ajal menjemputnya dengan paksa. .... Warning: violence, harsh word, bullying, suicide, etc. All picture from pinterest.

More details
WpActionLinkContent Guidelines