We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
SAUDADE: Antara Rindu dan Nostalgia Simfoni Ismail Marzuki

SAUDADE: Antara Rindu dan Nostalgia Simfoni Ismail Marzuki

  • WpView
    Reads 167
  • WpVote
    Votes 25
  • WpPart
    Parts 11
WpMetadataReadMatureOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Nov 28, 2021
WpInfo
Fiction
Historical
Jauh di sebuah sudut kota Batavia lahirlah seorang maestro besar Indonesia yang mewariskan tak kurang dari 200 lagu pada umur 44 tahun. Beliau adalah salah seorang komponis besar Indonesia dialah Ismail Marzuki si jenius dengan segudang keahliaan dalam bermusik usia 17 tahun, ketika untuk pertama kalinya ia berhasil mengarang lagu "O Sarinah" pada tahun 1931. Ismail mempunyai kepribadian yang luhur di bidang seni. Tahun 1936, beliau memasuki perkumpulan orkes musik Lief Java sebagai pemain gitar, saxophone dan harmonium pompa. Pada tahun 1940 Ismail Marzuki menikah dengan Eulis Zuraidah, seorang primadona dari klub musik yang ada di Bandung dimana Ismail Marzuki juga tergabung didalamnya. Lagunya mampu satukan semangat untuk menumpas habis para penjajah. Lagunya juga mampu menceritakan kisah hidupnya yang penuh suka maupun duka. Namun, diakhir hayatnya kehidupan sang maestro besar Indonesia begitu tragis dalam rangkulan musik dan istrinya yang begitu menyayanginya.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Renu Wening
  • ADA PELANGI DI UJUNG WAKTU
  • Surat Kecil
  • Seindah Surga Yang Dirindukan (Tamat)
  • TRAUMA I : PADAM YANG MELAHIRKAN DENDAM
  • PELAJARAN NADA CINTA {Geng Rempong : 14}
  • ISTRI RAHASIA GUS ADNAN : a big secret, puzzle the game
  • Fight Together [REVISI]
  • Quwwatul Hub
  • Tentang Zoya (HARQEEL)

Sri Prabudhana Adityanegara, Pangeran Mahkota Purnadipa, tumbuh dalam gemerlap istana namun hatinya senantiasa terpaut pada kesunyian bait-bait puisi. Ia terpesona pada karya penyair misterius bernama Renu Wening-puisi-puisi yang seolah mampu membaca isi jiwanya. Namun suatu hari, kabar menyebar. Renu Wening tak lagi menulis. Di tengah kekosongan itu, Prabudhana mendengar suara seseorang di pelataran istana-seorang pemuda rendahan bernama Naraya Sadvimuktama-membacakan syair milik Renu Wening dengan penghayatan yang menusuk. Sejak saat itu, Prabudhana meminta Naraya membacakan puisi-puisi itu hanya untuknya, tanpa tahu siapa sesungguhnya pemuda itu. Ketika perjanjian politik dengan Kerajaan Mandakara menuntut Prabudhana menikahi sang putri, kenyataan pahit terkuak: sang putri dan Prabudhana sama-sama mencintai orang lain. Tak ingin mencoreng nama baik sang putri atau membuat perjanjian dua kerajaan runtuh karena alasan memalukan, Prabudhana memilih mengaku bahwa dirinyalah yang menolak perjodohan. Tapi di balik keputusannya, kerajaan lain merasa dihina. Perang tak bisa dihindari. Dan sebagai "titik mula masalah", Prabudhana dijatuhi hukuman politik: dicabut gelar dan diasingkan jauh dari tanah kelahirannya.

More details
WpActionLinkContent Guidelines