My Story in GODS

My Story in GODS

  • WpView
    LECTURES 42
  • WpVote
    Votes 5
  • WpPart
    Chapitres 3
WpMetadataReadTerminé lun., nov. 15, 2021
'Hmm? GODS?....' batinku melihat salah satu status whatsapp temanku. 'Apakah grupnya seru?....' pikirku. "Kapan-kapan saja deh aku masuknya" gumamku dan melewati status anak tersebut. Hai semua! Kali ini aku membuat cerita tentang pengalamanku selama di GODS, mungkin kalian berpikir bahwa tidak ada serunya tetapi akan ada unsur comedy nya loh didalam walau tidak sering hehe, enjoy the story guys!~☆
Tous Droits Réservés
#156
gods
WpChevronRight
Rejoignez la plus grande communauté de conteursObtiens des recommandations personnalisées d'histoires, enregistre tes préférées dans ta bibliothèque, commente et vote pour développer ta communauté.
Illustration

Vous aimerez aussi

  • Bawa Aku Pulang (End)
  • AKHIR (tak) BAHAGIA
  • My Horror •Irror•
  • Kumpulan Cerita Horor
  • Illegal Loving
  • My Home
  • ASAVELA KIARA
  • Please Dont Leave Me
  • Tragedi Cinta! - BTS [Short]
  • ONE SHOOT KOOKJIN

By a True Story Tentang dua anak muda yang menghabiskan waktunya bersama di masa putih abu-abu. -- Ponselku bergetar. Layarnya menyala terang. Nama Widya muncul di sana. "Za. Belum tidur?" Tanyanya dalam pesan itu. Aku melirik jam yang terdapat di sudut kanan atas layar ponsel, mendapati kini sudah jam dua pagi. "Belum, kenapa, Wid?" Aku bertanya balik. "Temenin gue teleponan dong! Gue enggak bisa tidur, nih." Sebenarnya, walau berada di kamar, aku sedang sibuk bekerja dengan komputerku. Namun, sejak mengenalnya delapan tahun lalu, aku selalu saja tidak bisa menolak permintaannya. "Oke." Balasku singkat sebelum akhirnya ponselku berbunyi, ada telepon masuk darinya. "Masih kerja?" Terdengar suaranya di sebrang sana. "Udah selesai, kok." Aku terpaksa berbohong. Padahal, aku mengesampingkan pekerjaanku untuknya. "Kenapa? Kok susah tidur? Emangnya mikirin apaan?" "Enggak tau, nih. Akhir-akhir ini, rasanya susah banget tidur cepet." "Lu kebanyakan tidur siang kali? "Bisa jadi, sih. Soalnya gue tidur bangunnya agak siang. Hahaha. Omong-omong, gue ganggu, enggak?" "Ganggu? Enggak, kok." "Emang lu lagi di mana, Za?" Tanyanya. "Di kulkas." "Hahaha." Ia tertawa. Aku selalu suka mendengar tawanya. "Serius ih! Lu lagi di mana?" "Di rumah, Wid. Kenapa, sih?" "Gapapa, nanya aja." Balasnya. "Oh iya, selain kerja, lu sibuk apa lagi deh akhir-akhir ini, Za?" Tanyanya padaku. Entah apa jawabanku atas pertanyaan itu. Yang jelas, aku bicara dengannya cukup lama. Mulai dari membicarakan soal kesibukan selain pekerjaan, sampai akhirnya membicarakan masa-masa SMA, dulu. Iya, Widya adalah temanku saat masih SMA. Aku mengenalnya sejak delapan tahun lalu. Aku ingat bagaimana aku mulai mengenalnya waktu itu.

Plus d’Infos
WpActionLinkDirectives de Contenu