We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
You Must Pity Me

You Must Pity Me

  • WpView
    Reads 759
  • WpVote
    Votes 126
  • WpPart
    Parts 9
WpMetadataReadComplete Tue, Nov 30, 2021
WpInfo
Fiction
Historical
CERITA INI ADALAH CERITA TERJEMAHAN DAN BUKAN MILIK SAYA PRIBADI Sejak dia masih muda, Mo Yun adalah seorang yang gigih. Ketika gadis lain terjatuh, mereka akan menangis dan meratap kesakitan. Hanya dia seorang yang akan menekan bibirnya kuat-kuat, dan sebagai gantinya dia akan memasang ekspresi keras kepalanya. Dia tidak akan pernah berusaha untuk meraih simpati ataupun kasih sayang dari orang lain. Bahkan ketika Gurunya bercerita tentang 8 penderitaan dalam hidup: kelahiran, penuaan, penyakit dan kematian, berpisah dengan orang yang kau cintai, bertemu dengan orang yang kau benci, tujuan yang tak tercapai, dan semua kesakitan yang ada. Semua itu adalah takdir yang tak akan bisa dipaksakan. Walaupun demikian, Mo Yun dengan keras kepala akan mengangkat kepalanya dan mengolok-olok: Berpisah dengan seseorang yang kau cintai dan tujuan yang tak tercapai? Itu hanya akan terjadi pada mereka yang tidak memiliki keberanian. Bahkan jika itu tidak bisa dipaksakan, aku akan memaksanya! Tidak lama setelah ia mengatakan hal ini, Mo Yun bertemu dengan Shen Yue. Kehadiran Shen Yue bagaikan sebuah lelucon terbesar yang surga berikan baginya, sebagai sebuah peringatan bagi Mo Yun bahwa di dunia ini, ada hal yang tidak akan pernah bisa ia dapatkan, sekeras apapun ia berjuang.
All Rights Reserved
#4
torture
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • too beautiful to notice (YananTianjiarui)(END)
  • Thriving After the Moon Falls | Zhu Yue Chao Sheng
  • [END] Real or Fake Missy : Female Side Boss Character Does Not Want to Die
  • Rebirth Junior High School: The Excelling Top Student Goddess  (01-200)
  • [END] The Road Home

short story. seorang anak tak pernah meminta kepada orangtua nya untuk dilahirkan, pun sama hal nya seperti orangtua yang tak ingin anaknya terlahir menjadi manusia yang cacat. namanya, Longshen, putra bungsu dari tiga bersaudara yang terlahir tidak sekuat kedua kakak laki-lakinya. cacat, tidak memiliki emosi, dan selalu disebut sebagai aib dari keluarga. _________ bagi Yuan wudi, terlahir sempurna adalah sebuah malapetaka. malapetaka yang siap untuk meledak kapan saja dan dimana saja. diagungkan, dipuja-puja, disanjung, dianggap sebagai sebuah aset yang berharga, ternyata tak semembahagia-kan yang sempat dia duga. justru... ini semua cenderung menyebalkan. __________ "Meskipun aku tidak menginginkan kesempurnaan ini, bukan berarti aku harus disandingkan dengan orang cacat seperti dia!" itu adalah kalimat pertama yang Longshen dengar saat kakinya menginjak istana megah yang selama ini orang-orang idamkan. namun tak seperti mereka, pemuda itu justru lebih merindukan kamar tidurnya daripada harus terjebak bersama pria yang tampaknya, memiliki tabiat dan kebiasaan marah-marah. "Aku juga tidak mau jika harus menikah dengan orang pemarah seperti kau, wahai pangeran." balasan itu bukan hanya mengejutkan Yuan wudi, melainkan seluruh anggota dua keluarga yang saat ini tengah menyaksikan pertengkaran keduanya. "Meskipun kau tidak meminta maaf, tapi aku sudah memutuskan untuk memaafkan ucapan mu barusan. Selain karena aku sudah kebal dengan kata-kata penuh hinaan itu, kebetulan aku juga sudah mengantuk. Jadi, bisa berikan jawabanmu sekarang juga? Cukup dengan berkata, ya atau tidak." "Tidak."

More details
WpActionLinkContent Guidelines