Petrichor
  • WpView
    Reads 212
  • WpVote
    Votes 39
  • WpPart
    Parts 9
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Jan 8, 2022
"Sakit hati terpedih dari tidak dicintai orang lain adalah tidak mencintai diri sendiri." - Jingga Prakasa. "Kamu tak perlu takut menjadi dirimu sendiri, cobalah berterimakasih pada diri untuk hal kecil yang sudah kamu lakukan." - Jingga Prakasa. "Bicara soal jarak sepertinya aku mampu, tapi soal waktu aku ragu." - Mentari Dewi Putri. "Aku tak mampu menatap mata manusia, karena terlalu takut mereka akan beranggapan buruk terhadapku." - Mentari Dewi Putri. "Aku menemukan kehangatan dari seorang yang selalu merasa kesepian." - Marka Aditya. "Aku sudah terbiasa dengan kesedihan, itu membuatku kuat." -Marka Aditya Kita punya cara masing - masing untuk menikmati hidup, kita berhak menangis, tertawa, putus asa dan berhak berusaha sekuat tenaga. Menjadi pendengar yang baik dan berhak didengar dengan baik. Menjadi lemah atau kuat, menjadi mampu atau tidak mampu. Kita berhak jadi diri kita sendiri, dengan segala keanehan atau keunikan yang mungkin tidak orang lain miliki. Berkisah tentang seorang Mentari Dewi Putri yang menyukai aroma tanah ketika pertama terkena air hujan, dan dia mendapatkan kenyaman ketika hujan turun.
All Rights Reserved
#945
self
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Decoration of Seven Loves
  • My Everything || NCT dream [SUDAH TERBIT]
  • Ajian Prakarsa || Jisung Nct (Revisian)
  • Sandyakala | Haechan
  • NOMIN-MARKHYUCK | Est-ce que t m'aimes ?
  • Ghost And Love || Park Jisung and Ningning aespa
  • Senja || Huang Renjun
  • Meikarta (END)
  • Don't hate me || Jeno Jaemin [END]

[Kisah baru 7 cucu Eyang Suro. Bisa dibaca dengan ataupun tanpa mengikuti cerita Terpaksa Mengejar Surga.] Setiap manusia punya cara untuk memperindah kehidupannya. Dengan mengabadikan setiap momen bahagia, berbagi canda dengan orang-orang kesayangan, membuat pesta kecil-kecilan, berburu senja sendirian, atau menciptakan mozaik doa lewat potongan-potongan luka. Sama seperti kalian, tujuh pemuda dalam kisah ini juga sedang mencari banyak cara untuk terus aman di tengah gurauan dunia yang kadang terasa berlebihan. Memilih untuk kembali mengudarakan tawa bersama sebagai obat pertama. Meributkan hal-hal tak berarti daripada pening memikirkan masalah seorang diri. Serta sibuk mendebatkan perkara recehan alih-alih sok bijak untuk menyambut baik satu takdir Tuhan. "Not her, but the bananas are my first love. God, thank you for creating this fruit." - Adyatama W. Arsaji - "Balikin iket rambut gue atau nggak ada sarapan hari ini." - D. Akmal Kenjiro - "Panggil kebo lagi, gue patahin leher lo." - Alfito Danar A - "Koko uwes, abang uwes, si bocil yo uwes. Target gue hari ini siapa lagi, yo?" - Senandika S. Bentala - "Siapapun tolong kasih gue pinjem baju. Kasihani gue, plis." - Anandatapa M. Raya - "Ada yang liat kaca mata item gue nggak? Stok masker gue kemaren di mana? Atau topi deh, gue pinjem bentar." - Nicola D. Alviananda - "Gue kangen banget sama si cantik. Dia lagi ngapain, ya?" - Ghifari I. Alvary - Decoration of Seven Loves moccamatha, 2024 #1 daylife [03-07-24] #3 heartwarming [28-06-24] © Hak Cipta Dilindungi oleh Allah SWT

More details
WpActionLinkContent Guidelines