Keberuntungan bisa datang dalam berbagai bentuk, karena aku percaya bahwa apa pun yang ditakdirkan oleh Sang Pencipta memang sudah digariskan sejak lama, bahkan jauh sebelum manusia lahir ke bumi. Baik itu takdir baik maupun buruk, manusia pasti akan mengalami keduanya. Namun, untuk memahami dan melewati setiap takdir hingga mencapai fase penerimaan bukanlah hal yang mudah. Di usia seperempat abad ini, aku mulai memahami bahwa sifat manusia cenderung tidak pernah merasa puas. Hidup tidak akan bahagia jika kita terus meratapi takdir buruk yang diberikan Tuhan. Sejatinya, apa pun yang terjadi di masa depan adalah hasil dari apa yang kita tanam melalui akal sehat sejak saat ini. Prabha, atau cahaya pencerahan, ada di sekitar kita, disediakan oleh-Nya untuk ditemukan dengan kesadaran penuh. Namun, di manakah kita bisa menemukan Prabha jika kehidupan yang kita jalani penuh dengan bebatuan yang dapat membuat kita tersandung kapan saja?
More details