Vivian's Circumstances - R19+

Vivian's Circumstances - R19+

  • WpView
    Reads 48
  • WpVote
    Votes 1
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Nov 11, 2021
Vivian, satu-satunya spiritualis Kekaisaran. Dia memiliki hubungan intim dengan seorang pria yang muncul dalam mimpinya, saat dia belajar seni spiritualisme di luar negeri selama tiga tahun. Dia pikir dia akan mengucapkan selamat tinggal pada pasangan impiannya setelah dia kembali ke rumah. “Ah, Ayah. Pria di belakang Yang Mulia… Siapa itu?” "Siapa yang Anda bicarakan? Ah, maksudmu Tuan Orpheus?” "Apa? Oh, Tuan Orpheus?” Sir Roger Orpheus, "anjing gila" yang pernah dia dengar? Apa yang harus dia lakukan jika mereka bertemu lagi? Tidak mungkin, mereka tidak akan bisa bertemu lagi. Tapi, seolah menertawakan pikiran delusi Vivian, keduanya perlahan menjadi kusut satu sama lain. "Apakah kamu baik-baik saja, Nona Muda?" "Oh…." “…Kupikir aku dalam masalah.” Bahkan dalam kehidupan nyata, "Kamu tahu cara menggunakan kehormatan saat memanggil, bukan?" “Ah, Roger, pelan-pelan…” “Jangan sebut namaku sebentar. Jika saya mendengarkannya sekarang, saya akan menjadi gila.' Bahkan dalam mimpinya.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • As Possible
  • I'm Only Meant to be With You
  • I'm More Than Just A Princess
  • Alpha Tsundere Dan Omega Polosnya
  • Love Beyond Destiny [On Going]

Masa tahun akhir masih berkisah seputar itu saja. Ify harus segera merampungkan masa studi nya dan beranjak dari kampung halamannya. Ia malas mendengar ocehan sanak saudaranya yang terus saja bergunjing tidak jelas. Ia memang, dia suka dirumah. Jarang keluar dan itu sudah terjadi sejak ia menginjakkan kaki di tempat ini. Bersosialisasi pun bisa dibilang sering tidak sering. Ia tak ingin merepotkan diri dengan cokolan tak berfaedah. "Kalau harus memilih, gue lebih pilih gak tinggal disini. Demi Tuhan!". "Kenapa sih Fy? Rumah itu kan punya mama lo". Iya Ify membenarkan hal tersebut. "Gak suka gue! Keluarga gue itu kebanyakan gibah nya! Hal gak penting aja diomongin. Malesin banget!". Di seberang sana teman satu PL nya terkekeh. Ia pernah mendengar cerita ini sebelum nya. "Trus lo mau nya kemana?". "Jauh dari sini deh! Ikut suami aja. Tapi gak dirumah mertua juga kali!". Kali ini Via terbahak. Rumah mertua memang momok yang menakutkan. Begitulah, Ify harus memilih berjalan dengan masa lalu yang masih terngiang di kepala nya atau berjalan angkuh dengan masa depan yang belum tau akan seperti apa menurutnya.

More details
WpActionLinkContent Guidelines