Laura dan Hutan arana [End]

Laura dan Hutan arana [End]

  • WpView
    LECTURAS 19
  • WpVote
    Votos 9
  • WpPart
    Partes 1
WpMetadataReadConcluida vie, nov 12, 2021
WpInfo
No ficción
Sinopsis: Di sebuah desa bernama praya, di tepi hutan arana, tinggallah seorang gadis cantik bernama Laura dan sang bunda yang bernama zahra di sebuah rumah kecil. Ayah Laura telah meninggal 3 tahun yang lalu akibat kecelakaan saat mengendarai mobil miliknya. Setelah Ayah nya meninggal, Laura dan bunda zahra akhirnya pindah ke desa praya dengan membawa baju dan uang yang tersisa. Laura juga jago dalam bermain panah. Bagaimana kehidupan Laura bersama sang bunda? Yuk baca ceritanya!! ⚠️⚠️⚠️ Note: cerpen ini di ikut sertakan dalam lomba menulis cerita di Donor karya.
Todos los derechos reservados
#33
fathur
WpChevronRight
Únete a la comunidad narrativa más grandeObtén recomendaciones personalizadas de historias, guarda tus favoritas en tu biblioteca, y comenta y vota para hacer crecer tu comunidad.
Illustration

Quizás también te guste

  • Menjemput Tulang Rusuk
  • School Scandal ✓
  • the best choice
  • LARA KINARA
  • HAFSHA - Ketika takdir menggoreskan luka [Terbit] ✔️
  • Takdirku Untukmu (END)
  • Hutan Terlarang [END]
  • My Crush Boy Next Door (END) -TAHAP REVISI
  • Senja Assyifa [COMPLETED]
  • Malam Purnama

Althaf sedang sangat bingung mencari tulang rusuknya, alias penyempurna iman, kalau kata lumrahnya, jodoh. Apalagi teman-teman sebaya sudah mulai naik pelaminan. Mama dan keluarga juga sudah mendesak dengan pertanyaan, "Kapan nikah?" Dikira nyari jodoh semudah nyari tukang nasi goreng yang suka keliling komplek apa? Lalu apa jodohnya adalah rekan kerjanya yang cantik, baik dan punya senyum ramah yang menawan atau sang mantan yang kembali pulang? Atau jangan-jangan jodoh Althaf yang sebenarnya adalah dia si teman sekelas saat SMA yang terkenal dingin dan kaku itu. "Ayolah bahkan selama ini kami hanya berbalas pesan dua kali setahun, saat lebaran idul fitri dan lebaran idul adha, itu pun di grup WA kelas, kami berjodoh itu hampir dibilang ga mungkin."- Althaf

Más detalles
WpActionLinkPautas de Contenido