Peacemakers

Peacemakers

  • WpView
    Reads 48
  • WpVote
    Votes 4
  • WpPart
    Parts 6
WpMetadataReadMatureOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Nov 12, 2021
WpInfo
Fiction
Action and Thriller
Pertumpahan darah adalah kenyataan sehari-hari di gurun Varghas - tidak pernah berhenti, tidak pernah berubah. Mulai dari intrik politik hingga perang besar, tiap hari nyawa terbuang begitu saja. Namun, ketika seluruh gurun tersebut terancam oleh musuh terbesar mereka, satu pangeran mengambil kesempatan untuk menghentikan semua konflik dan pencucuran darah ini, dengan menggunakan segala cara...
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Pangeran Kegelapan
  • Boys With Luv
  • To the Happy Ending✓
  • Veil of Aveloria
  • Langit Yang Merenggut Cinta
  • seragam berdarah
  • Dendam Yang Terpendam
  • Jejak Takdir di Sepuluh Langit
  • Axel Wargenstranger : Fragment Of The Black Pact

Malam semakin larut, namun tidur menjadi hal yang mustahil bagi Mael. Setiap kali dia memejamkan mata, dunia di sekitarnya seakan berubah. Suara gemerisik dari sudut-sudut ruangan, desahan napas yang tidak berasal dari dirinya, dan bayangan-bayangan yang menari di balik tirai gelap kamarnya membuat dadanya terasa semakin sesak. Saat dia berbalik untuk kesekian kalinya di tempat tidur, suara itu kembali muncul-seperti bisikan yang tertiup dari balik dinding, rendah dan penuh kekuatan. "Mael... Kau tidak bisa lari..." Dia terlonjak bangun, matanya terbuka lebar, jantungnya berdetak keras. Ruangan itu sunyi. Terlalu sunyi. Dia duduk di tempat tidur, menarik napas dalam-dalam dan berusaha meredakan gemuruh di dadanya. Bisikan itu, suara yang sama dengan yang ia dengar di perpustakaan, menghantuinya lagi. Pikiran Mael kacau. Apakah ini nyata? Ataukah dia sudah kehilangan akal? Sejak mimpi itu, dunianya berubah menjadi labirin ketakutan yang tak bisa dia pahami. Mata Mael bergerak ke sudut kamar, ke arah bayangan yang terasa lebih pekat daripada biasanya. Di sana, samar-samar, dia melihat sesuatu. Sesosok tubuh samar yang menyatu dengan kegelapan. Tubuh itu bergerak perlahan, semakin dekat, seperti makhluk yang merayap dari kedalaman mimpi buruknya. "Siapa kau?" Mael berbisik, meskipun dia tahu tak ada jawaban.

More details
WpActionLinkContent Guidelines