Story cover for Retak by LovelyVie
Retak
  • WpView
    Reads 27
  • WpVote
    Votes 10
  • WpPart
    Parts 1
  • WpView
    Reads 27
  • WpVote
    Votes 10
  • WpPart
    Parts 1
Complete, First published Nov 11, 2021
"Bisakah aku jadi rumah untukmu pulang, Rein? Bukan hanya sekedar tempat yang kau singgahi sementara?"



Genre: Romance
Tema: Kehilangan

Retak, sebuah cerpen berprosa ungu (semoga saja sesuai, ya🙇‍♀️), yang ditulis sebagai tugas sunnah dari @dreamlandwriters




Retak, 2021 || Written & Copyright by Lovely Vie
All Rights Reserved
Table of contents
Sign up to add Retak to your library and receive updates
or
#6dreamlandwriters
Content Guidelines
You may also like
You may also like
Slide 1 of 9
MENCINTAIMU, SEINDAH TUHAN MENCIPTAKANMU cover
Hello Stranger cover
[END] When the Stars are Tired cover
Short Stories cover
Hujan dan Pembencinya cover
Kumpulan Cerpen  cover
[END] SHORT STORIES cover
Oneshoot : Ramadhan cover
[✓] HOME  cover

MENCINTAIMU, SEINDAH TUHAN MENCIPTAKANMU

16 parts Complete

Aku percaya cinta adalah sebuah pelukan hangat, bahkan di tengah gemuruh hujan. Tapi siapa sangka, pelukan yang sama kini meninggalkan dingin di tubuhku? Kamu meninggalkanku, dan aku tak pernah siap untuk kehilanganmu. Kehilanganmu bukan sekadar perginya seseorang dalam hidupku. Kehilanganmu adalah tentang diriku yang kian merapuh, bagian-bagian dari diriku yang tercerai-berai, seperti serpihan kaca yang tak tahu bagaimana akan kembali utuh. Aku mencoba menulis surat untukmu, berharap kata-kata bisa menggantikan kehadiran yang hilang. Namun, setiap huruf yang kutulis, hanya menambah luka, mengingatkanku pada rindu yang tak akan pernah sampai kepadamu. Mungkin, mencintaimu adalah keindahan sekaligus kutukan. Sebuah hadiah yang diiringi keperihan tanpa akhir. Dan di sinilah aku, yang dalam diam melangitkan namamu. Untukmu, yang kucintai dengan penuh Namun tak pernah menyadari kehadiranku. Buku ini sengaja ditulis untuk nama yang selalu kulangitkan namun enggan untuk menyambutku, yang hadirnya pernah membuat duniaku mekar dengan indah, yang kehilangannya membuat diriku merapuh bersama serpihan luka yang ia tinggalkan. Dan buku ini sekaligus dedikasi untuk mereka yang pernah kehilangan, untuk hati yang berani mencintai meski tahu akan terluka. Karena di balik setiap tetesan air mata, selalu ada cerita yang layak untuk diceritakan.