Savana
  • WpView
    Reads 624
  • WpVote
    Votes 44
  • WpPart
    Parts 7
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Dec 9, 2021
Savana Abdullah. Sejak kecil sering tinggal dan berpindah dari satu negara ke negara lain. Ayahnya adalah seorang ekspatriat yang berkebangsaan Perancis. Sementara ibunya berkebangsaan Indonesia. Savana dilahirkan di Maldives ketika ayahnya bertugas di sana. Selanjutnya berpindah dari satu negara ke negara lain. Indonesia adalah persinggahan terakhir sebelum ayahnya harus kembali ke Perancis. Savana menghabiskan tiga tahun masa Sekolah Menengah Pertamanya di Indonesia. Ia jatuh cinta pada tanah kelahiran ibunya. Namun keinginannya untuk tetap tinggal di Indonesiya pupus sudah. Meski ia tidak menyukainya tapi ia harus ikut pulang ke Perancis. Savana adalah kisah gadis remaja muslim yang harus berhadapan dengan kejamnya Islamophobia di Perancis. Kisah penuh inspirasi dan perjuangan untuk mempertahankan idealisme seorang remaja muslimah.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Qalbu {Terbit}
  • Sang Pemuda (Awal Mula) | Sudah cetak di Guepedia Penerbit
  • BEGIN ; our journey
  • Be Mine [Terbit]
  • HULYA
  • I'm Zeba, I'm Perfect, I'm Irreplaceable,
  • REZZA
  • cinta sang ilahi( Completed)
  • AURORA (END)

{Teenfiction-Spiritual} "Yah, izinin Acha tetap homeschooling. Acha nggak mau sekolah di tempat umum." Gadis belia kisaran berusia 15 tahun, kini sedang membujuk sang ayah agar tetap mengizinkannya untuk homeschooling. "TIDAK!" ucap lelaki yang di perkirakan berusia 40 tahun itu. Ia tetap kukuh dengan keputusannya untuk menghentikan putri tunggalnya itu homeschooling. "Ayah ingin kamu tumbuh seperti remaja lainnya. Ayah ingin kamu bisa bergaul dengan banyak orang, dan Ayah ingin kamu melawan rasa takutmu itu." Lanjut sang ayah dengan tegas. Gadis yang bernama lengkap Jingga Cahaya Senja itu hanya bisa menunduk. Ia berusaha menahan air mata yang sebentar lagi akan jatuh membasahi wajahnya. "Dan satu lagi, Ayah ingin kamu mempunyai teman manusia. Bukan HANTU!" Lelaki itu langsung berjalan keluar rumah, dan menyisakan anak gadisnya itu sendirian di ruang keluarga sambil menunduk, seolah meratapi nasibnya. Allah SWT berfirman : وَمَا خَلَقْتُ الْجِنَّ وَالْاِنْسَ اِلَّا لِيَعْبُدُوْنِ "Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan agar mereka beribadah kepada-Ku." (QS. Az-Zariyat 51 : Ayat 56)

More details
WpActionLinkContent Guidelines