Location Unknown

Location Unknown

  • WpView
    Reads 238
  • WpVote
    Votes 36
  • WpPart
    Parts 8
WpMetadataReadComplete Sat, Jan 22, 2022
Kisah sederhana ini akan menceritakan tentang betapa pentingnya kata maaf bagi seseorang yang ingin melangkah pergi dari masa lalu, melepaskan rasa sakit dan segenap perasaan yang dimiliki, serta melanjutkan hidup setelah kata maaf terucap secara layak. Rengganis berjanji untuk hidup bahagia setelah ia benar-benar lepas dari bayang-bayang malam itu, malam di mana dirinya diminta pergi oleh Respati dengan cara paling jahat dalam sejarah hidupnya. Sementara Respati, dia bersumpah untuk memperbaiki semua hal yang pernah ia lakukan dalam penantian panjang setelah empat tahun Rengganis pergi dari hidupnya.
All Rights Reserved
#564
bandung
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Renjana [COMPLETED]
  • KISAH ♡Huang Renjun♡
  • Precious✓
  • Rainbow
  • Hi, Bye Mama [✔️]
  • How about me? (Jaeren)
  • [√] Viel
  • My Patient | Huang Renjun ✔
  • Single Parent | Huang Renjun [SUDAH TERBIT]✅

Pada malam paling temaram yang pernah seorang anak jumpai adalah kehilangan sepenggal bait kehangatan yang sepatutnya terus membersamai. Seorang anak yang sudah cukup dewasa sebagai pengganti bapak, seorang anak lain yang baru saja memasuki runyamnya semester tanggung di bangku perguruan tinggi, seorang lainnya lagi baru saja bersuka cita telah memasuki mimpi para anak muda seusia adiknya untuk melepas seragam sekolah, seorangnya lagi baru saja merasa bahwa masa SMA adalah kebebasannya, seorang lainnya lagi masih berkutat dengan permainan remaja tanggung di bangku menengah pertama, satu yang lain masih bersenang-senang pada masa anak-anak yang hendak remaja, dan satu lainnya yang terakhir masih bahagia dimanjakan dengan rambut yang terbelah dua. Namun pada hari itu, nyatanya semesta memberinya segenggam ujian yang harus ditanggung bersama karena kepergian ibunda. Syair-syair elegi selanjutnya mengiringi langkah mereka, mengantarkan satu tubuh yang sudah kaku karena kehilangan ruhnya. Mengantarkan keberangkatan sang ibunda pada tempat paling jauh yang tak bisa mereka singgahi untuk sekadar melepas rindu yang menumpuk dibalik pakaian basah yang baru dicuci, dibalik tumpukan piring kotor yang hendak dibersihkan. Dan lainnya yang menumpuk dan terus menumpuk, membiarkan hati mereka berat diduduki rindu yang tak pernah habis. Dan kemudian luka-luka tak pernah bisa disembuhkan waktu, ketujuh warna dalam keluarga Nawasena berakhir temaram dan kehilangan sukmanya. ©Jeta An Alternate Universe Renjana, 2021

More details
WpActionLinkContent Guidelines