ANAK DENGAN SEPUPUKU!

ANAK DENGAN SEPUPUKU!

  • WpView
    Leituras 339,163
  • WpVote
    Votos 20,444
  • WpPart
    Capítulos 37
WpMetadataReadMaduroEm andamento
WpMetadataNoticeÚltima atualização sáb, ago 29, 2026
WpInfo
Ficção
Romance
Icha sangat menyesal pergi liburan tahun baru di rumah Ua nya. Bagaimana tidak menyesal, di malam tahun baru, di saat semua orang tidak ada di rumah, hanya ada Icha dengan Kakak sepupunya, Evan. Icha... Icha malah di nodai oleh Kak Evan, kakak sepupunya yang pulang dalam keadaan mabuk malam itu... Dan Icha semakin menyesal di saat .... "Dokter... kalau boleh tahu saya sakit apa? Mual dan ingin muntah terus sejak 1 minggu yang lalu..." "Anda tidak sakit, tidak ada penyakit apapun dalam tubuh anda , tapi anda tengah hamil saat ini, lebih tepatnya anda sedang hamil 5 minggu, Mbak Icha...." Rasanya Icha ingin pingsan mendengar ucapan dokter di atas.... "Kak Evan.... Aku hamil, Kak. Hamil anak kakak. Apa yang harus Icha lakukan, Kak Evan?" Ucap Icha pilu, Icha yang sudah ada di kampungnya, sedangkan Kak Evan ada di kota... Ceritanya bikin gemesssh
Todos os Direitos Reservados
Junte-se a maior comunidade de histórias do mundoTenha recomendações personalizadas, guarde as suas histórias favoritas na sua biblioteca e comente e vote para expandir a sua comunidade.
Illustration

Talvez você também goste

  • We Are Destiny (NEW)
  • Istri Kedua
  • Bukan ZONK!
  • TUANKU AYAH ANAKKU
  • Really Hate! [SELESAI]
  • Sesal Yang Terlambat
  • MY BABY
  • Cinta untukmu wanita liarku(Tamat & Lengkap)
  • Rewrite The Stars #MILER3 (Mini Book) (END)

🪻DIHARAPKAN MEM-FOLLOW SEBELUM MEMBACA🪻 🪻WAD (WE ARE DESTINY)🪻 🪻UPDATE SETIAP SABTU & MINGGU🪻 🪻WAJIB VOTE + KOMEN🪻 Menemukan dan merawat bayi yang entah siapa orang tuanya bukan lah hal mudah bagi Shylena, gadis yang baru saja berusia 20 Tahun, di mana tengah sibuk-sibuknya membagi waktu part time dan juga jadwal kuliahnya hingga tidak memiliki waktu untuk quality time sepertinya kebanyakan temannya. "Arghh! kenapa jadi gini sih? ngerawat lo aja udah ribet buat gue, masa mau di tambah anak lagi!" keluh Shylena sambil mengusap air matanya dan menatap bayi berusia sekitar 7 Bulan yang tengah tersenyum kepadanya. "Ini semua gara-gara cowok brengsek itu! harusnya dari awal gue nggak usah berurusan sama dia, terus sekarang gue harus gimana?" gumam Shylena dengan putus asa mengusap perutnya yang masih datar. Tinggal mandiri di kota yang cukup jauh dari keluarganya, bekerja untuk tambahan uang saku, di tambah merawat 1 bayi saja sudah cukup membuatnya baby blues apalagi kedepannya jika anak di kandungannya itu lahir. Membayangkannya saja Shylena sudah tidak sanggup, apalagi harus mengalaminya.

Mais detalhes
WpActionLinkDiretrizes de Conteúdo